Nasional

Mendagri Larang Ojek Bawa Orang saat New Normal, Ojol Protes

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020 yang melarang jasa ojek online (ojol) dan ojek konvensional/pangkalan (opang) mengangkut penumpang ketika tatanan hidup baru atau new normal diterapkan.

Larangan bagi ojek mengangkut penumpang sama seperti saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku.

“Pengoperasian ojek konvensional/ojek online harus tetap ditangguhkan untuk mencegah penyebaran virus melalui penggunaan helm bersama dan adanya kontak fisik Iangsung antara penumpang dan pengemudi,” tulis Kepmendagri yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian.

Keputusan Mendagri ini, dipertanyakan Ketua Presidium Garda Indonesia (asosiasi ojek online) Igun Wicaksono. Ia merasa heran dengan keputusan mantan Kapolri itu.

Igun Wicaksono juga mempertanyakan latarbelakang Tito hingga akhirnya malah mengurusi masalah operasional ojek online.

“Domainnya Mendagri kenapa jadi mengurus masalah penumpang ojol. Kami Garda tidak setuju dengan wacana Tito tersebut,” kata Igun melalui pesan singkat, Jumat (29/5/2020).

Igun menegaskan pengemudi ojol menolak aturan tersebut. Ia pun berencana membahas aturan baru Tito ini dengan pemerintah.

“Intinya kami menolak dengan aturan larangan ojol membawa penumpang dan kami akan bahas mengenai hal ini dengan pemerintah,” ucap Igun.

Ojol berhenti melayani antar jemput penumpang seiring peraturan pemerintah wilayah yang memberlakukan PSBB. Dalam ketentuannya, ojol tidak boleh mengangkut orang kecuali barang.

Jakarta menjadi daerah pertama yang menerapkan PSBB pada 10 April 2020 dan diikuti daerah lainnya. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close