Politik

Mendagri Kaji Sistem e-Voting pada Pilkada Serentak 2020

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tengah mempertimbangkan penggunaan sistem e-voting dalam Pilkada serentak tahun 2020 mendatang. Tapi rencana tersebut akan diputuskan usai hasil evaluasi Pileg dan Pilpres 2019 selesai.

“Kita menunggu dulu hasil pileg, pilpres ini selesai, bersama dengan DPR terpilih, KPU, Bawaslu, dan elemen demokrasi. Mari kita duduk bersama mengevaluasi apakah perlu menggunakan e-voting,” kata Tjahjo dikutip dari kumparan Senin (13/5).

Selain itu, lamanya masa kampanye juga akan menjadi bahan pertimbangan. Tjahjo menilai masa kampanye tujuh bulan diharapkan bisa dipersingkat menjadi satu bulan.

“Apakah jadwal kampanye begitu panjang tujuh bulan bisa diperpendek, sebulan cukup. Apakah pileg dan pilpres digabung atau dipisah. Keserentakan kan tidak bisa diukur dalam satu hari yang sama. Bisa dalam satu minggu atau bulan yang sama,” kata dia.

Mengenai polemik data kependudukan saat Pemilu, Tjahjo menyatakan, hingga saat ini sudah 98 persen warga Indonesia memiliki e-KTP atau merekam data.

Sedangkan 2 persen lainnya, ia menduga belum merekam data karena sibuk bekerja, pindah tempat tinggal, atau bepergian ke luar negeri.

“Yang belum itu yang sekolah atau kerja atau tinggal di luar negeri. Rekan perkotaan yang punya e-KTP ganda. Tapi dua persen tergantung pada proaktif masyarakat. Kalau tinggal di pedesaan bisa kita datangi, kalau yang di luar negeri gimana cara kita mengejarnya,” kata Tjahjo.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close