Menanti Peran Besar Kamala Harris untuk Kegiatan Luar Angkasa, Jika Terpilih Pimpin AS

Menanti Peran Besar Kamala Harris untuk Kegiatan Luar Angkasa, Jika Terpilih Pimpin AS

WASHINGTON, SENAYANPOST.com – Calon Presiden AS Joe Biden telah memilih Kamala Harris sebagai pendampingnya pada Pilpres AS 2020. Kamala Harris bakal akan mememiliki peran besar dalam kegiatan luar angkasa AS ke depan, jika lolos terpilih.

Kamala Harris pada Selasa (11/8/2020) telah ditunjuk Joe Biden mendampinginya maju keputaran pemilihan presiden AS 2020 melawan Trump, calon presiden petahana.

Terpilihnya Kamala menarik perhatian karena dia adalah seorang wanita kulit hitam yang cukup vokal.

Sehingga, mungkin dia akan menjadi harapan besar untuk pelindungan hak minoritas ras kulit hitam di AS.

Sementara, Dewan Luar Angkasa Nasional (NSC) memiliki perhatian yang berbeda.

Menjadi pertanyaan adalah, bagaimana arah kebijakan Kamala membawa perkembangan proyek luar angkasa AS?

Melansir Space pada Rabu (12/8/2020), bahwa wakil presiden diketahui akan memiliki peran untuk mengetuai NSC, sebuah badan yang meninjau opsi kebijakan ruang angkasa nasional dan membuat rekomendasi ke Gedung Putih.

Berdasarkan laporan, NSC ini sempat nonaktif selama masa pemerintahannya Presiden George H.W. Bush.

Kemudian, diaktifkan kembali oleh Presiden Donald Trump pada 2017.

Sejauh ini, Harris memiliki perhatian terhadap momen-momen perihal luar angkasa.

Pada 2017, misalnya, Harris mengunggah diTwitter suatu ucapan selamat kepada astronot NASA, Peggy Whitson, yang baru saja mencetak rekor Amerika untuk total hari yang dihabiskan di luar angkasa.

Pada 2019, Harris ikut mendukung rancangan undang-undang yang mendorong adanya pemberian Medali Emas Kongres kepada Katherine Johnson, Dorothy Vaughan, Mary Jackson, dan Christine Darden, ahli matematika yang berkontribusi kepada NASA selama Perang Dingin perlombaan antariksa yang dicatat dalam buku dan film “Hidden Figures.”

Dia juga menandatangani resolusi untuk merayakan perjalanan antariksa perempuan pertama di dunia oleh astronot NASA, Christina Koch dan Jessica Meir.

Selebihnya, NSC masih akan mempelajari lebih lanjut tentang pemikiran Harris terkait luar angkasa, dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Sementara itu, Partai Demokrat pada 2020 secara resmi telah menyuarakan dukungan kepada NASA, serta dorongan badan tersebut untuk mengirimkan kembali astronot Amerika ke bulan dan kemudian membawa mereka ke Mars.

NSC juga tidak tahu pasti, mengenai arah kebijakan Biden memilih untuk mempertahankan NSC atau tidak.

Namun, masih terlalu dini menurut NSC untuk membuat prediksi tentang tujuan dan prioritas kebijakan kebijakan pasangan calon presiden dan wakil presiden 2020, Biden-Harris.

Masih banyak kemungkinan untuk terjadi, bahkan suatu keputusan yang sempat dibuat bisa jadi berubah, seperti kala masa pemerintahan Presiden Barack Obama dengan Biden kala itu.

Saat itu, tujuan penerbangan antariksa jangka pendek NASA kembali ke bulan, berubah menjadi kunjungan ke asteroid dekat Bumi.

Kemudian, ketika Presiden Trump berkuasa, dia membatalkan rencana asteroid dan menempatkan astronot NASA kembali ke bulan, dengan tanggal pendaratan yang direncanakan pada 2024.