Nasional

Menag Berharap 1 Ramadhan dan 1 Syawal Serentak pada 2018

PADANG, SENAYANPOST.com – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berharap pada tahun 2018 tidak ada perbedaan penetapan awal puasa (1 Ramadhan) di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Badan Hisab Rukyat telah membentuk tim yang bekerja mencari kesepahaman dalam penentuan awal bulan dalam kalender Hijriyah.

Kendati demikian, Menag Lukman Hakim menjelaskan bahwa untuk penetapan 1 Ramadhan ataupun 1 Syawal tetap harus mengacu pada hasil Sidang Isbat yang digelar Kemenag, dengan mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas-ormas Islam, serta para ulama.

“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa mengawali 1 Ramadhan bersama-sama. Begitu pula dengan gema takbir Idul Fitri, yang diharapkan disuarakan serentak oleh umat muslim di republik ini,” ungkap Menag di Padang, Jumat (23/3/2018).

Terkait adanya organisasi Islam yang lebih dahulu menentukan 1 Ramadhan dan Idul Fitri dengan metode hisab, misalnya Muhammadiyah, menurut Lukman Hakim, hal itu bukan suatu masalah. Sebab, metode yang dilakukan tidak salah dan memiliki dasar sesuai ajaran Islam.

“Muhammadiyah menggunakan hisab, menghitung perjalanan dan posisi bulan. Itu hasilnya kita perlukan juga. Tapi, ada organisasi atau tarikat yang menggunakan metode melihat bulan atau rukyatul hilal. Untuk itu, pemerintah mengikuti keputusan Majelis Ulama Indonesia, ahwa penetapan awal bulan harus diputuskan melalui Sidang Isbat,” terangnya.

Menag Lukman Hakim mengimbau, jika ada perbedaan dalam penetapan Ramadhan, Idul Fitri, atau Idul Adha, masyarakat harus menyikapinya dengan bijak, bukan justru menjadikannya sebagai pertentangan mengingat semua memiliki dasar yang berpegangan pada Al-Quran.

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close