Opini

Memburu Awan, Rekayasa Cuaca Selamatkan Jakarta dari Banjir

TANPA kita sadari, selama berhari-haru sejak tanggal 3 Januari minggu lalu sampai hari ini ketika cuaca ekstrem terjadi di Jawa bagian utara, kita hanya merasakan suasana mendung, kadang sedikit rintik hujan, itu semua adalah sebuah karya anak bangsa: Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Bayangkan kalau tidak dilakukan TMC, hujan intensitas tinggi terus menerus terjadi selama cuaca ekstrem, seperti terjadi pada tahun baru 2020.

Mereka bekerja “dalam diam” tanpa ekspose media yg berarti dan tanpa viral.

Kalau kita naik pesawat komersial pilot sebisa mungkin selalu menghindar awan, sementara para “pemburu awan” ini justru mereka mengejar dan mencari awan bisa dibayangkan resiko dan guncangan yg menjadi santapan mereka jauh diatas sana, di udara.

Jadilah 4 instansi bahu membahu :
– BMKG sebagai peramal cuaca memberikan data awan dan angin yang akurat
– BPPT sebagai penyedia teknologi menyediakan para ahli teknologi modifikasi cuaca.
– BNPB sebagai pelaksana penanggulangan Bencana, menyediakan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
– TNI AU sebagai penyedia alat transport berupa pesawat dan pilot, mengangkut5 peralatan dan bahan TMC.

Dengan kerja cepat tanggap, banjir besar dapat diatasi, dan kerugian yg lebih besar lagi dapat dihindarkan.

Sementara waktu terus berjalan, dengan terus memantau data BMKG, kita tidak sadar bahwa banjir yg seharusnya terjadi terus menerus selama cuaca ekstrem berlangsung, dapat dijinakkan.

Semoga upaya rekayasa cuaca terus berhasil dan mendapat ridho Allah SWT. Aamiin Pada tanggal 12 Januari 2020…yg di prediksi hujan badai jadi tenang… terimakasih BMKG, BPPT, BNPB, TNI AU dan semua kerja keras dan cerdas.. Manusia harus terus berusaha dan Allah yang menentukan.

Bravo BPPT, BMKG,BNPB, dan TNI AU.

(Bahan dari Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG).

KOMENTAR
Tag
Show More

Check Also

Close
Back to top button
Close
Close