Memanas, Wall Street Usir Perusahaan Minyak Lepas Pantai Cina

Memanas, Wall Street Usir Perusahaan Minyak Lepas Pantai Cina
CNOOC

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Bursa Efek New York (New York Stock Exchange) hari Jumat mengumumkan bahwa mereka akan menghapus China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), pekan depan.

CNOOC merupakan perusahaan minyak terbesar ketiga di Cina. Pengumuman ini menambah ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Cina.

Seperti dikutip dari CNN, Selasa (2/3/2021), Wall Street mengatakan penghapusan itu bertujuan untuk mematuhi perintah eksekutif yang ditandatangani mantan Presiden Donald Trump pada November, yang melarang orang Amerika berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang dicurigai oleh pemerintah AS dimiliki atau dikendalikan oleh militer Cina.

Larangan CNOOC akan berlaku pada 9 Maret, 60 hari setelah perusahaan itu ditambahkan ke daftar yang melarang investasi AS, menurut pedoman yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan pada 27 Januari, Reuters melaporkan.

Pemerintahan Trump tahun lalu telah melancarkan tindakan eksekutif untuk melawan perusahaan Cina tertentu, yang menurut Washington, dimiliki atau dikendalikan oleh militer Cina dalam upaya untuk meningkatkan tekanan terhadap Beijing.

CNOOC adalah perusahaan Cina keempat yang dikeluarkan dari bursa saham Amerika Serikat. Bursa efek mengatakan pada bulan Januari bahwa mereka akan mengakhiri perdagangan saham di China Mobile, China Telecom dan China Unicom untuk mematuhi perintah Trump. Kedua perusahaan Cina itu telah berhenti berdagang.

CNOOC telah diperdagangkan di New York sejak 2001.

CNOOC mengatakan pada Ahad menyesali keputusan NYSE, dan memperingatkan dalam pengajuan ke Bursa Efek Hong Kong bahwa delisting dapat mempengaruhi harga dan volume saham.

Saham CNOOC yang terdaftar di Hong Kong turun 1,1% pada hari Senin.

Ini bukan pertama kalinya CNOOC menjadi sasaran Washington. Beberapa hari sebelum Trump meninggalkan kantor pada Januari, Departemen Perdagangan AS menambahkan CNOOC ke daftar yang secara efektif memotongnya dari pasokan dan teknologi Amerika.

Pada saat itu, mantan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menyebut perusahaan CNOOC sebagai kaki tangan militer Cina, dan menuduh perusahaan Cina itu telah mengganggu eksplorasi minyak dan gas lepas pantai di Laut Cina Selatan oleh negara lain. (Jo)