Megawati: Saya Sangat Sedih Kalau Kader PDIP Diambil KPK, KPK Saya yang Buat Lho

Megawati: Saya Sangat Sedih Kalau Kader PDIP Diambil KPK, KPK Saya yang Buat Lho
Megawati

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat menyinggung soal KPK saat memberi arahan di sekolah calon kepala daerah PDIP gelombang III, Minggu (13/9). Megawati mengaku sedih jika ada kadernya yang ditangkap KPK.

"Saya sangat sedih kalau dari kalangan PDIP itu ada yang diambil KPK. KPK itu saya yang buat, lho. Jangan lupa, lho. Kalau enggak percaya, nanti lihat pembentukan KPK," ujar Megawati saat memberikan arahan.

Selain KPK, Megawati menyebut juga telah membentuk Mahkamah Konstitusi (MK). Ia kemudian menjelaskan alasan mengapa membentuk dua lembaga hukum tersebut. Salah satu alasanya adalah agar para pemimpin bisa disiplin.

"MK saya buat, KPK saya buat. Untuk apa? Untuk disiplinkan kita, kalangan pemimpin dan rakyat. Tapi kan kebanyakan, mana ada rakyat yang bisa korupsi? Yang korupsi pasti kalangan elite. Nah, saya mau teken, untuk didirikannya KPK," kata Megawat.

Secara spesifik, Megawati menjelaskan alasan lain ia membentuk KPK. Megawati mengaku ingin capaian tiap daerah membaik dari segi hukum, tak hanya dari segi ketatanegaraan maupun ekonomi.

"Mengapa sih saya mau buat KPK? Karena mekanisme ketatanegaraan Indonesia ini semakin hari sudah semakin tertata. Dari sisi ekonomi, itu sudah sangat, meski pun perlu diperbaiki dari APBN, APBD," jelas Megawati.

"Katanya dulu waktu otonomi daerah, UU Otonomi daerah, aspirasi daerah supaya lebih leluasa kelola daerahnya. Itu pun zaman saya, waktu saya masih jadi wapres UU itu dilontarkan. Tapi kenapa saya lihat, banyak daerah dari permulaan otonomi daerah sampai hari ini ya begitu-begitu saja. Itu kan perlu diolah, dipertanyakan, why," kata Megawati.

Dalam sekolah calon kepala daerah PDIP tersebut, Megawati juga mengingatkan para calon kepala daerah agar tidak sombong ketika nanti sudah menang. Menurut dia, saat ini banyak kepala daerah yang menjadi angkuh saat sudah berada di pucuk pimpinan.