Politik

Mbah Moen: Dulu Suryadharma Lalu Rommy, Saya Kecewa

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Dewan Syariah PPP Maimoen Zubair alias Mbah Moen mengaku kecewa terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Padahal sebelumnya, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali juga tersangkut kasus korupsi.

“Itu memang Allah menguji dan menciptakan, mengatur umatnya tanpa pandang itu muslim atau non-muslim. Mengapa dulu Pak Suryadharma lalu terjadi lagi. Saya kecewa tapi itu takdir Allah,” ujar Mbah Moen di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3) dikutip dari CNN Indonesia.

Saat itu Suryadharma yang menjabat sebagai Menteri Agama tersandung kasus korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji dan menyalahgunakan dana operasional menteri (DOM).

Suryadharma dihukum enam tahun penjara, denda Rp300 juta subsidair 3 bulan kurungan dan uang pengganti Rp1,821 miliar.

Sementara, KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus korupsi dalam pengisian jabatan di Kementerian Agama, Sabtu (16/3).

Dia diduga menerima suap dari dua tersangka lain yakni Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Sebagai penerima, Romi disangkakan Pasal 12 a atau 12 b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mbah Moen mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Ia menyerahkan segala proses hukum yang melibatkan Romi kepada KPK.

“Walau bagaimanapun saya ingin ada kemaslahatan dan proses hukum adalah hukum. Dan hukum untuk suatu kewajiban bagi siapapun sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Mbah Moen menyarankan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa diangkat menjadi Plt Ketua Umum PPP. Rapat Harian Pengurus DPP PPP telah menetapkan Suharso sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP.

Mbah Moen mengusulkan Suharso karena dia memiliki jabatan penting di pemerintahan Jokowi, yaitu sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Pengangkatan ini dilakukan untuk mengganti Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close