Bisnis

Maybank Indonesia Jalin Kemitraan Lindung Nilai Syariah

JAKARTA, SENAYANPOST.com – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menjalinan kemitraan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI), melalui penyediaan Foreign Currency Hedging iB, produk lindung nilai (hedging) berbasis syariah, kepada SMI.

Penandatanganan kemitraan ini ditandatangani Presiden Direktur Maybank Indonesia Bapak Taswin Zakaria dengan Direktur Utama PT SMI Ibu Emma Sri Martini di sela-sela Side Events IMF-World Bank Annual Meetings di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Langkah ini merupakan pengukuhan dari penandatangan jalinan kemitraan strategis yang telah dilakukan sebelumnya di Jakarta tanggal 3 Oktober 2018 lalu.

Foreign Currency Hedging iB adalah produk lindung nilai (hedging) berbasis syariah, yang pada saat diluncurkan oleh Maybank Indonesia, pada awal Februari 2018 merupakan satu-satunya dan pertama di Indonesia.

Foreign Currency Hedging iB yang disediakan bagi PT SMI diimplementasikan melalui mekanisme transaksi Cross Currency Hedging iB, yang merupakan perjanjian antara 2 pihak untuk melakukan serangkaian pertukaran dua valuta yang berbeda selama jangka waktu tertentu berdasarkan prinsip Syariah al-Tahawwuth al-Murakkab (Transaksi Lindung Nilai Kompleks) atau al-Tahawwud al-Basith (Transaksi Lindung Nilai Sederhana) sesuai kompleksitas transaksinya.

Kemitraan lindung nilai ini bernilai sebesar 128 juta dolar AS, menjadikannya sebagai kemitraan strategis syariah hedging pertama terbesar di Indonesia.

Manfaat produk lindung nilai bagi nasabah adalah untuk memitigasi risiko dari pergerakan nilai tukar selama jangka waktu tertentu sehubungan dengan kebutuhan nasabah untuk membayar kewajibannya baik berupa bagi hasil/margin/sewa dan pokok pembiayaan dalam mata uang tertentu, sedangkan sumber dana atau pendapatan untuk membayar kewajiban tersebut diperoleh dari mata uang yang berbeda.

“PT SMI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) yang bergerak di bidang pembiayaan pembangunan infrastruktur memiliki mandat untuk melakukan leverage modal yg telah diberikan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional,” kata Direktur Utama SMI Emma Sri Martini.

Berbagai alternatif pendanaan dilakukan PT SMI, dari perbankan, pasar modal dan sumber pendanaan dalam dan luar negeri.

Fasilitas hedging syariah atau Foreign Currency Hedging iB ini merupakan terobosan yang dilakukan PT SMI dengan Maybank Indonesia dalam menambah likuiditas valas di dalam negeri dan pendalaman pasar keuangan syariah.

Foreign Currency Hedging iB juga sangat relevan dalam kondisi volatilitas nilai tukar saat ini sebagai mitigasi risiko manajemen dan pengelolaan keuangan yang prudent.

“Kami harap transaksi ini dapat menjadi cikal bakal sumber pendanaan alternatif bagi perusahaan pembiayaan dan melakukan pengelolaan risiko nilai tukar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” katanya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close