Mata-mata Rusia Terungkap Bekerja di Kedutaan AS 1 Dekade

Mata-mata Rusia Terungkap Bekerja di Kedutaan AS 1 Dekade

MOSKOW, SENAYANPOST.com – Terungkap, seorang wanita yang diduga menjadi mata-mata Rusia telah bekerja di Kedutaan Amerika Serikat di Moskow, Rusia selama satu dekade. Sampai akhirnya secara diam-diam dia diberhentikan tahun lalu.

Sumber-sumber yang dikutip media Guardian dan CNN, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa wanita Rusia itu secara rutin melakukan pertemuan tak resmi dengan badan intelijen utama Rusia, FSB.

Disebutkan bahwa wanita itu dipekerjakan oleh Dinas Rahasia AS atau Secret Service dan mulai dicurigai setelah pemeriksaan keamanan rutin oleh Departemen Luar Negeri AS.

Wanita yang tidak disebut namanya itu mendapat akses ke sistem email dan intranet Secret Service, sehingga dia bisa mendapatkan data sensitif termasuk jadwal-jadwal presiden dan wakil presiden AS.
“Tapi dia tak punya akses ke informasi yang sangat rahasia,” ujar sumber tersebut seperti dikutip CNN, Jumat (3/8/2018).

Surat kabar Inggris, Guardian melaporkan, Secret Service mencoba mencoba meredam rasa malu atas “kebobolan” ini dengan memberhentikannya ketika pemerintah Rusia memerintahkan pemulangan 750 personel dari Kedutaan Amerika selama ketegangan diplomatik, yang terjadi menyusul mencuatnya dugaan intervensi Moskow dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

Baca Juga

“Secret Service mencoba menyembunyikan pelanggaran itu dengan memecatnya,” ujar sebuah sumber kepada Guardian.

“Kerusakan sudah terjadi tetapi manajemen senior Secret Service tidak melakukan penyelidikan internal untuk menilai kerusakan dan untuk melihat apakah [dia] merekrut karyawan lain untuk memberinya informasi yang lebih banyak,” imbuh sumber tersebut.

Atas pemberitaan ini, pihak Departemen Luar Negeri AS menyatakan tidak berkomentar mengenai masalah intelijen. (MU)