Peristiwa

Mata Anggota Brimob Terkena Panah saat Lerai Bentrok Warga di Papua

OKSIBIL, SENAYANPOST.com – Bentrok antarwarga terjadi di wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. 5 orang terluka, sejumlah rumah dan toko terbakar bahkan satu orang dikabarkan meninggal dunia.

“Benar itu kejadiannya kemarin,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal Kamis (4/10/2018).

Tak cuma warga, petugas yang sedianya bertugas melerai bentrok tersebut juga menjadi korban. Kasatlantas Polres Pegunungan Bintang luka di bagian paha, selain itu satu anggota Brimob Brigadir Polisi Dolfis Wanbonggo terkena panah di bagian mata kanannya.

“Untuk Brigadir Dolfis saat ini sudah diterbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Perkembangannya belum diketahui,” katanya.

Dia menambahkan, peristiwa itu bermula dari adanya mosi ketidakpercayaan warga pada bupati. Sebelum kejadian kemarin, peristiwa serupa juga pernah terjadi pada April lalu.

“Jadi ini bermula dari adanya jalan santai. Nah saat itu, masyarakat sudah datang ramai, tapi sampai di sana tidak ada hadiah dan tidak ada snack sehingga terjadi kemarahan masyarakat dan terjadi pembakaran rumah. Tapi sudah reda, Kapolda dan pejabat terkait datang ke sana,” jelasnya.

“Lalu ada somasi ke Pemda, rencananya kemarin DPRD mau sidang. Namun warga curiga, sempat sudah dinegosiasi, Kapolres bertemu pendukung dan lawan bupati. Sudah kembali ke tempat masing-masing, rupanya salah satu kelompok menyerang kelompok satunya. Kemudian terjadi perlawanan, sehingga lima rumah terbakar, lima warga terluka,” sambungnya.

Beruntung dengan kesigapan petugas, bentrok dapat dilerai. Saat ini situasi di lokasi sudah kembali kondusif.

“Kapolda dan pejabat utama sudah datang ke sana, ketemu tokoh agama, anggota Brimob dan polres, tadi sang tokoh masyarakat, pemuda, ormas, kedua belah pihak yang bertikai bertemu dan sepakat tidak ada bentokan lagi,” kata Kamal.

Namun demikian, dua orang pimpinan kelompok yang bertikai masih diminta keterangan di Polda Papua.

“Sampai saat ini masih, sedang kita lidik,” jelasnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close