Hot Isu

Masyarakat Diminta Saring Informasi Hoaks Dampak Kabut Asap

JAMBI, SENAYANPOST.com – Pemerintah Kota Jambi, Provinsi Jambi, meminta masyarakat menangkal beredarnya informasi atau berita palsu (hoaks) terkait jadwal libur siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat akibat dampak kabut asap dan terlebih dahulu menyaring informasi sebelum menyebarluaskannya.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak mempercayai informasi tersebut dan berhentilah menyebarluaskan atau mentransmisikan ulang pesan tersebut karena akan melanggar Undang-undang yang berlaku,” ujar Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi, Abu Bakar, di Jambi, Selasa (17/9/2019).

Ia mengatakan, pesan berantai yang beredar melalui aplikasi Whatsapp dan aplikasi lainnya itu menduplikasi siaran pers pemerintah kota itu pada tanggal 09 September. Dimana dalam pesan tersebut di informasikan siswa PAUD, TK, SD dan SMP diliburkan pada tanggal 17 dan 18 September akibat dampak kabut asap.

“Pemerintah Kota Jambi akan segera memperbaharui informasi penting kepada masyarakat melalui media informasi yang benar dan dapat dipercaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD N 47 Kota Jambi, Ansori, turut menghimbau wali murid melalui grup Whatsapp sekolahnya. “Terkait informasi hoax tersebut kita menghimbau wali murid untuk tidak mempercayainya, karena informasi resmi dari pemerintah kota langsung dia sampaikan,” ujarnya.

Ia menyebut, mengenai jadwal libur akibat dampak kabut asap tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah kota, sehingga pihaknya menunggu informasi resmi dari pemerintah kota. Namun terkait jam belajar siswa, itu merupakan kebijakan sekolah masing-masing.

Di SD 45, jelas dia, mengambil kebijakan untuk mempercepat dan memperlambat aktifitas belajar mengajar dengan memperhatikan kualitas udara. Selain itu, sekolah tersebut untuk sementara waktu mengurangi kegiatan belajar mengajar di luar ruangan serta mewajibkan siswa menggunakan masker dan menghimbau siswa untuk membawa air putih.

“Dengan kondisi cuaca seperti ini, kita dituntut untuk lebih banyak mengonsumsi air putih, terutama bagi anak-anak, jika siswa tidak membawa air putih, sekolah juga telah menyediakan air putih di kelasnya masing-masing,” urai Ansori. (WS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close