Masuk Kota Termahal Dunia, Ketimpangan Sosial di DKI Jakarta Nyata

Masuk Kota Termahal Dunia, Ketimpangan Sosial di DKI Jakarta Nyata
Kompas.com

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Laporan Global Wealth and Lifestyle Report menunjukkan Jakarta masuk ke dalam daftar kota termahal. Bendahara F-NasDem DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter setuju Jakarta masuk ke dalam kota termahal.

"Saya setuju itu karena saya melihat kalau di Singapura itu banyak orang-orang Indonesia yang berobat itu menggunakan premi asuransi, jadi banyak ke premi asuransi yang dibayarkan mereka itu lebih memilih rumah sakit-rumah sakit yang ada di luar negeri (ketimbang rumah sakit di Jakarta)," kata Jupiter ketika dihubungi detikcom, Selasa (13/4/2021).

Selain itu, ia juga melihat konsumtifnya warga kalangan tertentu di Jakarta. Jupiter menyebut sebagian warga Jakarta lebih mengutamakan brand dalam membeli barang.

"Sampai pernah di masa pandemi awal itu sampai harga pasar (sepeda) Brompton itu sampai di atas Rp 80 juta dan sampai nggak ada barang (laku)," jelas Jupiter.

Masuknya Jakarta ke dalam daftar kota termahal, kata Jupiter, bukanlah sesuatu yang baik. Justru menekankan bahwa ketimpangan sosial di Jakarta itu nyata.

"Menurut saya ada ketimpangan sosial yang terjadi, di satu sisi yang miskin tambah miskin, yang kaya tambah kaya, jadi ada ketimpangan sosial yang menurut saya tidak wajar sebetulnya," tutur Jupiter.

"Ketimpangan sosial untuk di Jakarta ini sangat tinggi sekali," lanjutnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono berpendapat senada. Menurut Gembong, predikat kota termahal karena gaya hidup kekinian.

"Ini kan soal gaya hidup bagi orang kaya di kawasan negara berkembang, di saat pandemi COVID-19 ini kita bisa menyaksikan dalam kegiatan olahraga warga ibukota, banyak berseliweran sepeda yang harganya puluhan bahkan ratusan juta," kata Gembong.

Gembong mengatakan barang mewah merupakan kebanggaan bagi sebagian warga Jakarta. Namun, di satu sisi, Gembong berpendapat Jakarta bukan kota termahal.

"Namun demikian di luar kategori barang mewah tersebut, Jakarta bukan lah kota yang dikategorikan mahal, karena untuk kehidupan sehari-hari Jakarta masih dalam posisi terjangkau," lanjutnya.

Sebelumnya, laporan itu juga menyebut kawasan Asia menjadi benua termahal dunia bagi orang-orang kaya. Sebab, empat dari lima besar urutan teratas kota termahal dunia diduduki kota dari Asia, termasuk Shanghai, Tokyo, Hong Kong, dan Taipei.

Peringkat tersebut didasari harga sejumlah barang mewah yang dibeli oleh orang-orang kaya di 25 kota di dunia. 4 di antaranya yakni sepeda, treadmill, asuransi kesehatan, serta paket teknologi, termasuk laptop dan telepon.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bingung atas laporan yang menyebut Ibu Kota masuk daftar kota termahal di dunia. Riza menyebut di Jakarta itu tak ada yang mahal.

"Soalnya di Jakarta harga-harga terjangkau dengan baik, nggak ada yang mahal di Jakarta. Semua sesuai dengan kemampuan kita," kata Riza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Selasa (13/4/2021).