Internasional

Maskapai Ini Ajak Penumpang Patungan untuk Biaya Perbaikan Pesawat

WARSAWA, SENAYANPOST.com – Sejumlah penumpang penerbangan dari Beijing, China menuju Warsawa, Polandia, diminta patungan untuk membayar biaya perbaikan pesawat agar mereka dapat diberangkatkan.

Aerotime News melaporkan , insiden tersebut terjadi pada 12 November 2018 lalu. Penerbangan LOT Polish Airlines LO92 yang berangkat dari Bandara Internasional Beijing menuju Warsawa mengalami kerusakan.

Pesawat tipe Boeing 787 Dreamliner yang mengangkut 249 penumpang tersebut harus mendapat penggantian perangkat pompa hidrolik. Namun saat permintaan perbaikan disetujui, petugas di bandara meminta agar pembayaran dilakukan secara tunai.

Petugas itu meminta biaya perbaikan sebesar 2.500 yuan atau sekitar Rp5,2 juta. Namun kebijakan perusahaan penerbangan Polandia itu melarang transaksi secara tunai.

Staf penerbangan akhirnya mengambil solusi dengan meminta biaya patungan kepada para penumpang.

“Kami berada di bandara internasional. Tapi saya tidak menyangka jika transaksi di sini menggunakan uang tunai dan dilakukan secara diam-diam dengan mekanik yang berdiri di samping pesawat,” kata salah seorang penumpang, Daniel Golebiowski.

Setelah proses pembayaran yang tidak biasa dan penundaan penerbangan hingga lebih dari sembilan jam, pesawat akhirnya dapat diterbangkan ke Warsawa.

Juru bicara maskapai LOT Polish Airlines, Adrian Kubicki, mengkonfirmasi kejadian tak biasa yang dialami salah satu penerbangannya saat di Beijing.

“Saya menyadari para penumpang telah mengalami situasi yang tidak biasa hari ini. Untuk itu saya ingin menyampaikan permohonan maaf dari lubuk hati saya,” katanya.

“Percaya atau tidak namun ada situasi dengan pekerja hanggar di Beijing yang menolak semua metode pembayaran dan hanya menerima uang tunai, sehingga menimbulkan kebingungan,” ujar Kubicki.

“Walau demikian, saya berterima kasih kepadanya karena berkat dirinya penerbangan dapat kembali dengan selamat ke Warsawa,” tambahnya dilansir Metro.co.uk.

Para penumpang yang sebelumnya turut patungan untuk membayar biaya perbaikan secara tunai telah mendapatkan uang pengganti ketika tiba di Warsawa.

Selain itu mereka juga mendapat voucher serta mendapat kompensasi karena keterlambatan penerbangan. Sementara pekerja yang menerima pembayaran biaya perbaikan secara tunai dilaporkan akan mendapat hukuman karena tindak indisipliner.

“Seharusnya tidak ada keadaan yang membenarkan meminta uang dari penumpang,” kata Kubicki. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close