Masa Pandemi, Digital Perbankan Harus Digenjot

Masa Pandemi, Digital Perbankan Harus Digenjot
Maybank (foto-bisnis)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Proses digitalisasi semakin terasa penting dan harus cepat direalisasikan  di masa pandemi corona (covid-19) ini, karena masyarakat semakin sering melakukan transaksi digital non tunai. 

Menurut Head Strategy Transformation & Digital Office Maybank Indonesia Michel Hamilton, goal future masa depan, dalam lima tahun ini dimana orang itu melakukan kegiatan secara remote dengan pembayaran digital tanpa batas. 

"Dengan adanya pandemi covid-19 ini, jadi bikin cepat penerapan digital perbankan yang mana hanya cukup satu tahun," ujar Michael dalam acara webinar, Jumat (11/9/2020).

Antusias masyarakat Indonesia, lanjutnya, sangat tinggi dalam penggunaan digital perbankan dibandingkan negara tetangga di ASEAN. Karena sistem pembayaran digital Indonesia sudah semakin canggih dan cepat.

Dia mengatakan, transaksi digital di Indonesia lebih tinggi juga dibandingkan negara yang sudah mengadopsi pembayaran digital. Adapun, sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki adapatsi digital yang tidak ketinggalan dengan negara lainnya.

"Kalau kita lihat masyarakat Indonesia sangat aktif dalam transaksi digital yang mana lebih optimal dan ini fenomena yang menarik. Apalagi Indonesia sebagai development country ini adapatsi digitalnya paling tinggi," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama Head, Digital Banking Product & Strategy, Maybank Indonesia Ditto Prabowo mengatakan saat ini Maybank telah memiliki layanan perbankan digital yakni mobile banking Maybank2u (M2U). 

Hal ini seiring banyak nasabah menggunakan layanan mobile semenjak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Transaksi makin meningkat. Itu terjadi di bank. Transaksi kita justru meningkat, bergeser dari offline payment jadi online,” kata Ditto. (Jo)