Nasional

Ma’ruf Amin Kembali Tegaskan Khilafah Bukan Ditolak, tapi Tertolak di Indonesia

SEMARANG, SENAYANPOST.com ‐ Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin kembali menegaskan bahwa sistem khilafah tak bisa masuk ke Indonesia bukan karena ditolak, namun tertolak karena sudah ada kesepakatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau ditolak, bisa masuk. Kalau tertolak tidak bisa masuk karena kita punya kesepakatan, NKRI,” kata Ma’ruf saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Bersama MUI, DMI, BWI, Baznas, IPHI Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Jumat (13/12), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Menurut Ma’ruf, NKRI adalah sebuah kesepakatan sehingga tidak bisa diganggu oleh pemikiran lain.

“Jangan ada yang bawa pikiran pikiran di luar Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI sudah final,” kata Ma’ruf.

Dia mengatakan sebuah negara tak harus berbentuk khilafah untuk menjadi Islami. Islami menurutnya bisa ada dalam sistem republik, kerajaan atau keamiran dalam sebuah negara.

“Khilafah itu Islam, karena ada khilafah abbasiyah, khilafah Usmaniah,” katanya.

Ia mencontohkan Saudi Arabia sebagai kerajaan Islami. Sementara negara yang berbentuk keamiran dan Islami adalah Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab.

“Republik juga Islami, selain Indonesia ada Mesir, Turki. Jadi kalau soal Islami ya semua Islami,” jelas Ma’ruf.

Munculnya Intoleran dan radikalisme yang muncul di Indonesia saat ini, dikatakan Ma’ruf, tak lain disebabkan karena ego dan fanatisme kelompok. Padahal, di seluruh kitab suci agama apapun, tidak ada yang mengajarkan untuk intoleran.

“Di dalam kitab beda agama pun kita diajarkan toleran. Lakum dinukum waliyadin,” kata Ma’ruf.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close