Ekonomi

Market Domestik Respon Negatif Aksi Pemboman di Surabaya dan Sidoarjo

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah, turun -0,16 persen (-10 poin) ke posisi 5.947 pada perdagangan Senin (14/5/2018).

Meski demikian pelemahan IHSG sedikit teredam dibandingkan sesi pagi yang tertekan -0,76 persen (-46 poin).

Market domestik merespon negatif peristiwa serangan bom bunuh diri kelompok teroris yang terjadi sejak hari Minggu (13/5/2018) di kota Surabaya dan Sidoarjo.

Analis Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo menyebut, sentimen negatif yang ditimbulkan akibat adanya ledakan bom di Surabaya dalam dua hari terakhir, hanyalah bersifat sementara.

Investor pun diimbau tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, IHSG saat ini dalam titik jenuh setelah menguji level tertinggi 6,693 beberapa waktu lalu.

Lucky mengakui, momentum bom Surabaya dapat menjadi sentimen yang dapat mempengaruhi kinerja pasar dengan skala rendah.

Hal itu terjadi karena sebelumnya telah terdapat sentimen negatif, antara lain harga minyak dunia yang telah berada pada harga 70 USD/barel (11 Mei 2018), Dolar AS terhadap rupiah pada akhir pekan, Jumat 11 Mei 2018, telah menguji level tertinggi di angka 14,070, serta angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tiga bulan pertama 2018 berada di bawah ekspektasi, yakni 5,06 persen.

Sebagian besar market saham Asia menguat pada perdagangan hari Senin (14/5). Pasar saham Malaysia pulih setelah turun pasca pelaksanaan pemilu.

Sedangkan harga minyak dalam tekanan, menanggalkan posisi tertinggi multi years yang dicapai pada pekan lalu.

FTSE Bursa Malaysia KLCI bangkit setelah tercatat melemah 2 persen di sesi awal dan berbalik menguat 0,68 persen seiring investor mencermati kemenangan tak terduga kubu oposisi dalam pemilu pada pekan lalu.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 naik 107,38 poin. Indeks Topix naik 0,61 persen. Saham-saham real estat naik 3,1 persen. Sedangkan saham-saham mining melemah.

Indeks Kospi di Korsel melorot 0,06 persen setelah sempat menguat di sesi awal. Saham Samsung Electronics turun 2,34 persen serta membebani pergerakan Kospi.

Pasar saham Hong Kong juga bergerak naik. Market saham Tiongkok mixed seiring penguatan Indeks Shanghai dan tekanan terhadap Indeks Shenzhen.Indeks Shenzhen melemah 0,1 persen.

Adapun Indeks S&P/ASX200 di market saham Australia naik 0,31 persen. Dukungan saham energi dan material mengantarkan bursa Australia di zona hijau. Indeks acuan regional MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) naik 0,42 persen.

Bursa saham Wall Street ditutup lebih tinggi, Senin, memperpanjang penguatan pekan lalu di tengah tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.

Investor dihibur oleh berita Presiden Donald Trump menawarkan China sebuah “perdamaian” dalam sengketa perdagangan, bersumpah untuk meringankan rasa sakit dari sanksi Amerika Serikat terhadap produsen peralatan telekomunikasi China, ZTE. Tetapi sesi perdagangan melihat saham melorot karena keuntungan awal terkikis.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 68,24 poin (0,27 persen) menjadi ditutup pada posisi 24.899,41, demikian laporan AFP, di New York, Senin (14/5) atau Selasa (15/5) pagi WIB.

Sementara itu, indeks berbasis luas S&P 500 naik 2,41 poin atau 0,09 persen menjadi 2.730,13, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 0,11 persen atau 8,43 poin menjadi 7.411,32.

Namun, tanda-tanda mengendurnya ketegangan antara Washington dan Beijing terkait ZTE, terjadi ketika bahaya perdagangan lainnya mengemuka.

China dan Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif ratusan miliar dolar untuk barang-barang yang diekspor dan para pejabat dari kedua negara akan melanjutkan perundingan di Washington pekan ini. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close