Mark Zuckerberg Ramal Kacamata Pintar Bakal Gantikan Teknologi Video Call

Mark Zuckerberg Ramal Kacamata Pintar Bakal Gantikan Teknologi Video Call
Mark Zuckerberg

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Bos Facebook Mark Zuckerberg meramalkan, pada 2030 nanti orang-orang bisa berteleportasi ke rumah orang lain hanya dengan menggunakan kacamata pintar (smart glasses) canggih.

Perangkat tersebut memungkinkan mereka bisa dengan pengalaman digital yang seolah-olah hadir secara fisik.

Kacamata pintar ini juga bakal menggantikan pertemuan tatap muka seperti yang saat ini dilakukan.

Zuckerberg mengatakan, adanya kacamata pintar ini diharapkan mampu mengurangi transportasi untuk bisnis atau hiburan sekaligus memperbaiki efek perubahan iklim.

"Semakin banyak kita dapat berteleportasi, kita bisa menghilangkan perjalanan. Selain untuk individu, ini juga lebih baik untuk masyarakat dan planet secara keseluruhan," kata Zuckerberg, dikutip Suara.com dari CNBC, Selasa (9/3/2021).

"Daripada sekadar menelepon atau melakukan video call, anda cukup menjentikkan jari dan teleportasi. Sehingga anda duduk di sofa mereka dan rasanya seperti anda berada di sana bersama," tambahnya.

Pernyataan Zuckerberg ini amat penting karena mewakili visi kohesif dari pemimpin teknologi tentang teknologi Augmented Reality (AR).

Teknologi bisa dinikmati oleh semua konsumen, tak hanya untuk pelaku bisnis. Zuckerberg mengatakan, keuntungan dari teleportasi ini bisa mengurangi waktu perjalanan.

Pada akhirnya, AR dapat memungkinkan pekerja untuk tinggal di tempat yang diinginkan seperti wilayah dengan biaya hidup lebih murah.

“Kami berbicara sedikit tentang perubahan iklim sebelum menjadi begitu penting. Orang-orang mungkin ingin bepergian sedikit di masa depan dan melakukannya dengan lebih efisien, dan dapat pergi ke berbagai tempat tanpa harus menempuh waktu perjalanan," tambahnya.

Saat ini, sebagian besar produsen teknologi ternama seperti Apple, Microsoft, dan Google tengah mengerjakan teknologi AR yang menampilkan grafik dari komputer seperti tampilan di dunia nyata.

Mereka semua bersaing untuk mengembangkan teknologi ini, setelah smartphone hingga touchscreen.