Finansial

Maret 2020, Nissan Bakal PHK 2.500 Pekerja di India dan Indonesia

TOKYO, SENAYANPOST.com – Perusahaan otomotif asal Jepang, Nissan Motor akan mengurangi jumlah pekerja secara global sebanyak 12.500 orang. Dari jumlah itu, lebih dari 2.500 pekerja di India dan Indonesia bakal terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Seperti dikutip inews, Dalam dokumen rencana perusahaan yang diperoleh Nikkei Asian Review dikutip Minggu (28/7/2019), Nissan berencana mengurangi 1.700 pekerja di India dan 830 pegawai di Indonesia. Rencana ini akan dieksekusi pada Maret 2020.

Pengurangan jumlah pekerja itu dilakukan mengingat perusahaan pemilik merek Nissan dan Datsun itu kesulitan untuk berkompetisi di negara-negara Asia, termasuk Jepang. Program restrukturisasi pekerja tersebut telah diumumkan Nissan dan akan berlangsung dalam dua tahap hingga Maret 2023.

PHK terhadap 2.500 pekerja di India dan Indonesia masuk dalam tahap pertama dari program restrukturisasi sebanyak 6.400 pekerja. Sementara 6.100 sisanya akan dikurangi pada tahap kedua. Jumlah pekerja Nissan di India menjadi yang terbanyak dikurangi.

Sejak September 2018, Nissan India yang bermitra dengan Renault telah menawarkan pensiun dini kepada sejumlah pegawai sebagai bagian dari program restrukturisasi. Di India, Nissan tercatat memiliki 40.000 pekerja.

Bersama Renault, Nissan telah mengumumkan rencana investasi jangka panjang senilai 45 miliar rupee atau lebih dari Rp9 triliun hingga 2022. Nissan membidik kapasitas produksi mobil di India bisa mencapai 480 ribu unit per tahun.

Namun, penjualan Nissan di India tidak terlalu menggembirakan. Hingga Maret 2019, penjualan mobil perusahaan itu turun 30,8 persen menjadi 36.525. Pangsa pasar mereka di India hanya 0,75 persen.

Setali tiga uang, penjualan Nissan di Indonesia juga belum setinggi yang diharapkan. Dalam enam bulan pertama tahun ini, Nissan hanya mampu menjual 7.176 unit mobil. Meski tumbuh 49 persen, jumlahnya masih jauh dari Toyota yang telah menjual 154.360 untuk periode yang sama.

Mobil merek Jepang sebenarnya laku keras di Indonesia dengan pangsa pasar hingga 80 persen. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Nissan.

Sejak awal tahun ini, Nissan dikabarkan telah menghentikan produksi mobil dengan merek sendiri. Terakhir kali, Nissan memproduksi 180 unit mobil dengan merek sendiri pada Januari silam sebelum akhirnya menyetop lini produksi.

Nissan tampaknya memilih fokus untuk menggenjot produksi mobil dengan merek Datsun, termasuk produksi mesin yang bekerja sama dengan Mitsubishi lewat produk Xpander. Merek mobil itu belakangan populer di Indonesia.

Berikut tujuh negara yang terkena program restrukturisasi pegawai tahap pertama Nissan Motors:

1. India 1.700 pekerja
2. AS 1.420 pekerja
3. Meksiko 1.000 pekerja
4. Jepang 880 pekerja
5. Indonesia 830 pekerja
6. Spanyol 470 pekerja
7. Inggris 90 pekerja

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close