Hukum

Maqdir Minta Nurhadi Serahkan Diri ke KPK

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Maqdir Ismail, kuasa hukum dari buronan KPK yang juga eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, meminta kliennya untuk segera menyerahkan diri. Hal itu ia sampaikan menyusul ditolaknya gugatan praperadilan Nurhadi oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Maqdir mengatakan, selama ini dia belum pernah berkomunikasi lagi dengan kliennya itu. Namun, sebagai orang yang paham dan percaya dengan aturan hukum, dia tetap berusaha mendesak Nurhadi untuk hadir dan menghadapi perkara yang tengah menjeratnya.

“Saya belum ada komunkasi dengan Pak Nurhadi. Tetapi sebagai orang yang percaya pada proses hukum, kami akan minta Pak Nurhadi segera menghadapi proses hukum ini,” kata Maqdir saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/3/2020).

Tim kuasa hukum akan segera meminta, entah bagaimanapun caranya, kepada Nurhadi untuk segera membuktikan fakta yang selama ini tercantum dalam gugatan praperadilan yang telah disusun oleh tim kuasa hukum.

“Tentu kami akan minta ya kepada Pak Nurhadi, membuktikan dalil-dalil yang sudah kami sampaikan dalam proses praperadilan itu,” ujarnya.

Hakim tungggal pada PN Jakarta Selatan, Hariyadi, menolak gugatan praperadilan yang diajukan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, serta Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto (HS). Hakim menyatakan penetapan tersangka oleh KPK sah secara hukum.

Atas putusan itu, KPK pun mengapresiasi. Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menilai hakim telah memutuskan berdasarkan pertimbangan yang memang sesuai fakta-fakta hukum di persidangan.

Sejak awal, kata dia, KPK meyakini bahwa para tersangka kasus suap dan gratifikasi perkara di MA) 2011-2016 yang saat ini masuk dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) itu memang tidak berhak lagi mengajukan praperadilan sebagaimana ketentuan Surat Edaran MA (SEMA) Nomor 1 Tahun 2018.

Adapun SEMA itu mengatur tentang larangan pengajuan praperadilan bagi tersangka yang melarikan diri atau sedang dalam status DPO. “Terlebih subjek dan objeknya sama dengan praperadilan sebelumnya yang pernah diajukan tersangka NHD (Nurhadi) dan kawan-kawan,” kata Ali di Jakarta, Senin (16/3/2020).

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close