Kesehatan

Mantap, Pelayanan Pasien di 50 RS Cukup Pakai Sidik Jari

JAKARTA, SENAYANPOST.com ‐ Kementerian Dalam Negeri mulai mengarahkan penggunaan e-KTP sebagai basis data pasien di beberapa rumah sakit besar di Indonesia.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memulai pelayanan rumah sakit tanpa dipersulit urusan administrasi kependudukan.

“Jadi kalau pasien datang enggak perlu pakai apa-apa, cukup sidik jari, jempol, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking. Kan dalam database kita ada sepuluh sidik jari,” kata Zudan di Jakarta, Jumat (13/12).

Selain data biometrik berupa rekaman sidik jari, pasien juga bisa menggunakan pengenalan wajah (face recognition) ataupun nomor induk kependudukan.

Zudan menambahkan, rumah sakit akan menggunakan semua data kependudukan dalam basis data Dukcapil untuk memproses administrasi pasien.

Mantan Gubernur Gorontalo ini menyampaikan sudah ada sekitar 50 rumah sakit yang menggunakan fasilitas ini. Sebagian besar pengguna adalah rumah sakit di bawah Kemenkes, seperti RSCM di Jakarta, RSUD Sutomo Surabaya, RS Ali Sabu di Gorontalo, dan RS Zainal Baidin di Aceh.

“Yang sudah saya tanda tangan sekitar lima puluhan, lebih. Kemkes itu 33, grup Mitra Keluarga enam belas, yang satu-satu sekitar lima (RS),” ujar Zudan.

Dengan sistem integrated hospital ini, pasien dimudahkan dalam urusan administrasi.

Selain itu, rekam medis mereka akan tersimpan dan bisa diakses kapanpun meski berpindah rumah sakit. Selain itu, pemerintah bisa mendapat basis data kesehatan masyarakat.

“Sehingga pemerintah tahu ternyata sakitnya di daerah-daerah berbeda-beda. Maka akan ada pusat data pasien nasional, data penyakit nasional. Ini bisa digunakan untuk rencana pembangunan nasional,” katanya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close