Hukum

Mantan Sekrataris MA Nurhadi Sering Bolak-balik Jakarta-Cimahi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengaku mendapat banyak informasi terkait gerak-gerik keberadaan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurhadi.

Salah satu informasi yakni, terkait keberadaan Nurhadi yang kerap terpantau berada di daerah Jakarta Selatan dan sering pergi ke Cimahi setiap akhir pekan.

“Nurhadi tinggal di daerah Jakarta Selatan dan Cimahi. Nurhadi sering bepergian dari Jaksel ke Cimahi ketika akhir pekan. Itu laporan dari informanku,” kata Boyamin.

Boyamin menuding KPK tidak serius dalam menangkap Nurhadi Cs. Sebab, hingga saat ini belum ada tindaklanjut kembali dari KPK terkait perburuan para tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

“Nurhadi belum tertangkap karena KPK tidak serius untuk menangkapnya,” ucapnya.

Sekadar informasi, sudah hampir tiga bulan pasca-ditetapkan sebagai buronan, KPK belum juga mengamankan Nurhadi. Selain Nurhadi, ada dua tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Keduanya yakni, menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto. Mereka ditetapkan sebagai buronan setelah berulang kali mangkir saat dipanggil untuk diperiksa KPK.

KPK

Selain Nurhadi Cs, KPK juga masih punya ‘PR’ terhadap buronan Harun Masiku. Berbeda dengan Nurhadi, Boyamin mengaku tidak pernah mendapat informasi sedikit pun soal keberadaan Harun Masiku. Boyamin menduga Harun Masiku sudah meninggal.

“Dasar saya untuk kasus Nurhadi, hampir tiap minggu datang informan menemui saya dengan informasi-informasi baru. Loh Harun Masiku tidak ada kabar apa pun sehingga saya yakin sudah meninggal,” katanya.

Harun Masiku merupakan mantan calon anggota legislatif (Caleg) asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR oleh KPK.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Ketiganya yakni, mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE).

Hingga saat ini, belum ada data atau bukti yang valid soal kondisi serta keberadaan para buronan KPK.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close