Hukum

Mantan Pimpinan KPK: Pansus DPR Hambat Penyelidikan Kasus Century

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto membeberkan hambatan di masa kepemimpinannya saat menangani kasus Bank Century. Penanganan kasus itu, kata Samad, sempat terhambat karena Pansus Century yang dibentuk oleh DPR.

Meski ia telah berusaha mempertahankannya, Bibit mengatakan bahkan sejak dimulainya penyelidikan atas kasus Century, banyak ditemukan adanya rekayasa dalam kasus tersebut.

“Mulai penyelidikan sudah direkayasa. Dua tahun aku mempertahankan. Setelah itu, kita belum ini, waktu sudah habis,” ujar Bibit Samad Rianto di Kantor DPP PSI, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4/2018).

Tak hanya itu, Bibit pun menyebut sejak kasus itu mulai diselidiki, KPK banyak memperoleh sejumlah intervensi politik yang sedikit banyak mempengaruhi dalam proses penyelesaian kasus tersebut.

“Kemudian intervensi politik besar. Artinya belum-belum DPR sudah bikin Pansus Century, silakan, tapi selesai di politik. Kan kalau ada alat bukti baru lagi kan,” imbuh Bibit.

Disinggung apakah hal itu termasuk tekanan dari pihak DPR saat itu terhadap upaya KPK, Bibit tak menganggap itu tekanan. Menurutnya saat itu, intervensi yang dilakukan pihak DPR, semacam bentuk adanya proses mengarahkan proses penyidikan dan penyelidikan yang tengah dijalankan KPK saat itu.

“Bukan tekanan. Dari DPR kan pansus itu kan terbuat. Kalau kita penyelidikan kan belum-belum sudah direcokin kan. Mereka kan punya pendapat gini-gini mengarahkan penyidikan. Kita enggak mau,” kata Bibit.

Hingga akhirnya, Bibit mempersilakan KPK jika nantinya akan tetap melanjutkan proses hukum terhadap kasus Century. Namun, Bibit mengingatkan bahwa dilanjutkannya penanganan kasus harus berdasarkan dua alat bukti yang cukup.

“Tergantung KPK dan KPK enggak menghentikan penyelidikan. Jadi kalau mau diteruskan monggo. Lagi ngumpulin alat bukti toh? Bener enggak dugaan itu kan,” tutupnya.

 

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close