Terorisme

Mantan Napiter, Korban ISIS, dan Polda DIY Deklarasikan Stabilitas Keamanan

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com — Mantan narapidana terorisme (napiter), korban ISIS dan jajaran Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (21/5/2018) malam di Yogyakarta mendeklarasikan menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian khususnya di Daerah Istimewa¬† Yogyakarta dan bahkan Indonesia.

Dalam deklarasi yang dimotori Yayasan Lingkar Perdamaian ini mereka bertekad pula untuk menjaga agar kalangan generasi muda tidak terjebak dalam pemikiran-pemikiran yang akan mengarah pada aksi kekerasan dan terorisme serta radikalisme.

Pengurus Yayasan Lingkar Perdamaian Muhammad In’an Amin mengatakan banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk menjaga Stabilitas keamanan dan perdamaian di DIY.

In’am sendiri tercatat sebagai korban ISIS, karena adiknya meninggal dunia di Irak karena ISIS. “Kami ingin perdamaian ini terjaga dan tidak ada lagi kekerasan, radikalisme dan terorisme,” katanya di sela-sela kegiatan itu.

In’am menambahkan, Yayasan Lingkar Perdamaian sendiri menghimpun lebih dari 100 mantan napiter.

Sementara mantan napiter kasus Bom Bali I, Joko Triharmanto  alias Jack Harun mengatakan para mantan napiter ini siap untuk membantu aparat keamanandan masyarakat Yogyakarta untuk tetap menjaga Yogya Damai.

“Kami siap bersama unsur masyarakat lainnya menjaga kedamaian,” katanya.

Ia mendukung sepenuhnya langkah-langkah positif ini.

Selain Jack Harun, mantan napiter lainnya adalah Mahmudi Haryono alias Yusuf, mantan napiter Bom Bali I, Chandra alias Arif, mantan napiter yang menyembunyikan Dr Nordin M Top dan Salman Al Faluthi mantan Kombatan Poso anak buah Santosa.

Hadir pula Kompol Wiwik Hari Tulasmi SH, Kanit 3 Subdit 4 Direktorat Intelkam Polda DIY. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close