Mantan Komandan Kapal Perang Rusia Curi Baling-baling Seberat 13 Ton

Mantan Komandan Kapal Perang Rusia Curi Baling-baling Seberat 13 Ton
Kapal perang Rusia

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Jadi pencuri jangan tanggung-tanggung. Mungkin itulah yang ada di benak seorang perwira angkatan laut yang pernah menjabat komandan kapal perang Rusia. Dan benar, ia mencuri dari kapalnya sendiri. 

Dan ia membuktikan, kalau mencuri harus benar-benar yang spektakuler. Perwira yang tidak disebutkan namanya itu dituduh membantu merancang pencurian sekaligus dua baling-baling kapal, dan beratnya 13 ton! 

Baling-baling itu dimutilasi dari kapal perang perusak Bespokoynyy lalu diganti dengan propeller serupa dari bahan dengan kualitas dan harga lebih rendah.

Pencurian itu, menurut kantor berita Rusia Interfax, terjadi di galangan kapal Yantar di Kaliningrad, di mana Bespokoynyy dilaporkan tengah menjalani proses konversi. Tidak ada penjelasan atas proses itu, tapi kapal ini memang telah dimuseumkan sejak 2018.
 
Kemungkinan, proses konversi yang dimaksud adalah membuat persenjataan yang ada di kapal itu tak bisa digunakan, melumpuhkan sensor-sensor, dan menguras bahan bakar, minyak, dan materil lain yang mudah terbakar dari sistem propulsi.

Mayor Jenderal Sergei Sharshavykh, Kepala Departemen Investigasi Militer di Pangkalan Armada Baltik Rusia menyebut kasus pencurian itu dalam sebuah wawancara di awal Januari 2021. 

Departemen yang dipimpin Sharshavykh biasa menyelidiki kejahatan termasuk korupsi, penggunaan obat-obatan, pencurian, dan bahkan penyelundupan. Sedang Sharshavykh melukiskan satu kasus tak biasa yang melibatkan eks komandan Bespokoynyy bersama personel militer lain dan juga warga sipil, yang entah bagaimana menghilang bersama baling-baling kapal destroyer itu.

Sharshavykh mengatakan para pencuri berusaha menutupi jejaknya, di antaranya dengan membuat tiruan dari perlengkapan yang hilang dengan skala yang sama. "Para penipu," begitu Sharshavykh menyebut, "Menemukan baling-baling dari logam yang serupa, ongkos dan kualitasnya lebih rendah. Total, kerugian negara mencapai 39 juta ruble."

Jumlah kerugian itu setara $ 530 ribu atau Rp 7,4 miliar. Hingga artikel dimuat pertengahan Januari, belum jelas dengan keberadaan baling-baling kapal itu. Sementara, Bespokoynyy tidak memiliki catatan sebelumnya tentang penjualan suku cadang. 

Biasanya, bagian kapal seperti baling-baling akan dilebur untuk dijadikan besi tua yang nilainya jauh di bawah setengah juta dolar.

Kapal perang kelas destroyer Sovremenny adalah salah satu penjaga laut Rusia yang dapat diandalkan. Kelas Sovremenny atau Proyek 956 merupakan warisan dari Uni Soviet yang beroperasi sejak 1980. Uni Soviet membangun 20 kapal destroyer kelas Sovremenny, lima kapal masih memperkuat Angkatan Laut Rusia hingga saat ini. weaponsystems.net

Bespokoynyy, dibangun pada 1993, dilengkapi dengan dua baling-baling empat bilah dari perunggu seberat total 13 ton. Baling-baling itu digerakkan oleh dua set mesin turbin uap TV-12 dengan tenaga 110 ribu horsepower. Bersama-sama, sistem propulsi itu mampu mendorong kapal perusak tersebut hingga kecepatan maksimum 32,7 knot.

Dilansir tempo.co, bespokoynyy sekarang tidak lagi aktif tapi, pada masa operasionalnya, dia termasuk kapal perang Rusia yang terbesar. 

Masuk dalam kelas Sovremenny, kapal perusak ini dilengkapi delapan rudal antikapal Moskit, rudal anti serangan udara SA-N-7, dua meriam 130-millimeter di dek, empat persenjataan anti rudal Gatling, torpedo anti kapal selam, dan helikopter. Kapal perang ini bahkan memiliki rak yang mampu memuat 40 ranjau laut. (Jo)