Nasional

Mantan Irjen Kemenag: Praktik Jual Beli Jabatan di Kementerian Akibat Lemahnya Pengawasan Internal

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Mantan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama (Kemenag) periode 2012-2017, Mochammad Jasin, menyebut terungkapnya dugaan praktik dugaan jual beli jabatan di dalam lingkungan Kemenag sebagai tanda kurang maksimalnya peran pengawasan internal kementerian tersebut.

“Peran pengawas internalnya atau peran itjennya itu jadi kurang maksimal. Karena ya tidak melakukan katakanlah penahanan atau evaluasi atau pengawasan yang menimbulkan efek jera bagi orang yang melakukan pelanggaran. Istilahnya kendor lah pengawasan internalnya,” kata Jasin, Selasa (19/3/2019).

Mantan wakil ketua KPK itu juga mengungkapkan bahwa pada zamannya menjabat sebagai itjen, mereka yang mendapatkan hukuman disiplin (hukdis) tidak akan dipromosikan.

“Saya masuk 2012, mulailah itu open recruitment. Maksud saya sesuai dengan SOP, yang mendapatkan hukuman disiplin ya itu tidak bisa dipromosikan. Tapi kalau sekarang yang mendapatkan hukdis justru banyak yang dipromosikan, yang tidak hukdis malah disingkirkan,” ungkap Jasin.

Pria kelahiran Blitar 60 tahun yang lalu itu juga mengungkapkan bahwa pada masa ia menjabat sebagai itjen, audit internal masih ketat. Hal itu menurutnya bisa mencegah penyelewengan yang terjadi di tubuh internal Kemenag.

“Kita melakukan audit. Kalau orang mau menyimpang jadi mikir nanti kalau ketauan dipecat. Jadi menjelang saya keluar di akhir 2016 itu sudah mulai ada (jual beli jabatan) tapi belum tercium, belum marak kayak sekarang,” jelas Jasin.

Selain itu, ia memberikan saran kepada pengawas internal bahwa pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah dengan selalu menanggapi laporan masyarakat.

“Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti. Kalau ada di sini misalnya jual beli jabatan kita turun mengaudit. Ketemulah temuan misalnya dia memang tidak berprestasi tidak berintegritas malah dipromosikan, ya itu tidak boleh. Dengan cara itukan terjaga,” jelasnya.

Menurutnya, jika pengawas bagus maka pengawasan dan pengendaliannya bagus.

“Jadi intinya yang saya tekankan tadi, pengawasan bagus pengendalian yang bagus dan pendampingan yang bagus. Dicontohkan dengan integritas moral yg dicontohkan oleh pimpinan masing-masing unitnya. Kalau di itjen ya itjen-nya yang dicontohi, kalau di tingkat kementerian ya menterinya,” tandas Jasin.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close