Hukum

Mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun: Putusan MA Tak Adil pada Baiq Nuril

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Mantan Hakim Agung pada Mahkamah Agung (MA) RI, Gayus Lumbuun, menegaskan putusan MA pda Baiq Nuril terkait penyebaran rekaman pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMA 7 Mataram, tidak adil,

“Tak adil, karena putusan MA itu tidak berdasarkan fakta-fakta hukum di lapangan. Sebagaimana putusan pengadilan negeri Mataram maupun kepolisian Mataram,” tegas Gayus, Jumat (23/11/2018).

Tidak lengkapnya informasi dan bukti-bukti hukum yang diperoleh oleh MA, menyebabkan keputusan yang diambil tak adil. Sehingga, Baiq Nuril menjadi korban.

“Ini karena tidak terintegrasinya lembaga penegak hukum kita. Seharusnya, sebelum diputus, MA sudah mendapat keterangan dan bukti-bukti dari kepolisian, pengadilan, maupun kejaksaan,” jelas Gayus lagi.

Karena itu, kasasi yang diajukan oleh Kepsek SMA 7 Mataram alias M, itu menjatuhkan sanksi untuk Baiq Nuril dengan vonis 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Jadi, Baiq Nuril bisa mengajukan PK atas putusan MA itu,” pungkasnya.

Sebelumnya Nuril dianggap terbukti menyebarkan konten yang bermuatan pelanggaran kesusilaan pada 26 Juli 2017.

Sehingga putusan kasasi itu menganulir putusan pengadilan tingkat pertama di PN Mataram yang menyatakan Nuril bebas dari seluruh tuntutan dan tidak bersalah melanggar Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 Ayat 1 UU tersebut. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close