Internasional

Malaysia Buka Kembali Kasus Pembunuhan Altantuya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Malaysia dilaporkan akan membuka kembali penyelidikan kasus pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada 2006 lalu. Langkah ini bisa memperparah masalah yang telah menjerat mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Dua mantan personel kepolisian yang bertugas sebagai anggota pengawal pribadi Najib saat pembunuhan terjadi, telah dijatuhi hukuman mati atas kejahatan tersebut. Eks PM yang kalah dalam pemilihan umum setelah berkuasa selama satu dekade itu selalu menampik mengenal Altantuya.

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa kami membuka kembali penyelidikan,” kata Inspektur Jenderal Tan Sri Mohamad Fuzi Harun dalam laporan media yang dikutip Reuters pada Kamis (21/6/2018). Menurutnya, laporan baru yang diajukan ayah Altantuya sehari sebelumnya jadi alasan mengambil keputusan ini.

Altantuya dibunuh dan diledakkan dengan bahan peledak kelas militer di sebuah hutan di Kuala Lumpur. Saat itu, dia berusia 28 tahun.

Ayah korban, Setev Shaariibuu, bertemu dengan jaksa agung baru Malaysia, Tommy Thomas, dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, pada Rabu. PM yang sempat lama berkuasa dan telah menyatakan pensiun itu kembali berkiprah dalam dunia politik dan menggulingkan Najib, bulan lalu.

Kelompok masyarakat sipil menduga pembunuhan Altantuya terkait dengan perannya sebagai penerjemah Abdul Razak Baginda, mantan rekan Najib, dalam pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Perancis, DCNS, 2002 silam.

Abdul Razak, yang mengaku sempat berhubungan dengan Altantuya, didakwa bersekongkol dalam pembunuhan. Dia dibebaskan pada 2008.

Salah seorang anggota polisi yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan ini, Sirul Azhar Uma, melarikan ke Australia tak lama sebelum putusan dijatuhkan. Bulan lalu, Sirul menyatakan akan bekerja sama dalam penyelidikan baru jika diampuni.

Seperti diwartakan cnnindonesia, Malaysia tengah mempertimbangkan mencabut hukuman matinya untuk memfasilitasi ekstradisi.

Ditanyai soal perkembangan terbaru ini pada Kamis, juru bicara Kejaksaan Agung Australia menyatakan tidak bisa mengomentari permohonan ekstradisi.

Sementara itu, Najib yang ditanyai terkait pembunuhan Altantuya mengatakan “saya telah bersumpah di masjid atas nama Allah bahwa saya tidak terlibat kasus ini.”

“Saya masih berkeras bahwa saya hanya mengetahui dia telah meninggal dunia 4-5 hari setelah kematiannya…itu adalah pertama kalinya saya mendengar soal dia. Tidak ada bukti yang menunjukkan saya pernah mengenalnya.”

Mahathir tengah berupaya menjatuhkan dakwaan berlapis terhadap Najib atas dugaan perannya dalam kasus korupsi yayasan pemerintah, 1MDB, dan menyalahkannya atas penyebaran luas korupsi di pemerintahan. Najib yang dituding meraup miliaran dolar selalu menampik terlibat dalam skandal itu. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close