Internasional

Makin Panas, Pendemo di Hong Kong Mulai Aksi Bakar-bakar

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Aksi demonstrasi di Hong Kong belum ada tanda-tanda berakhir, malahan terlihat semakin panas. Hal ini karena massa pro demokrasi mulai melakukan aksi bakar-bakar pada Minggu (29/9/2019) yang terlihat terlihat di jalan-jalan utama lokasi bentrokan antara pendemo dan polisi.

Dilansir CNBC International, kekerasan antara polisi dan pendemo terlihat di Distrik Causeway Bay, Wan Chai dan Admiralty. Massa pro demokrasi melempar bom molotov yang langsung dibalas petugas dengan gas air mata dan water cannon.

Api yang berkobar bahkan terlihat di sudut-sudut jalan. Termasuk di halaman kantor pemerintahan yang memang menjadi sasaran pelemparan bom molotov.

“Ketika polisi datang kami harus bergerak cepat dan kami pun harus membawa ini (batu) selama lari (dari kejaran petugas),” kata Hoa, 25 tahun, salah satu pendemo pro demokrasi.

Menurut perwakilan pemerintah, Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam tidak berada di Hong Kong karena menghadiri perayaan ulang tahun China ke-70. Negara ini akan merayakan hari kemerdekaan 1 Oktober nanti.

“Selama 3 bulan (demo berjalan), Carrie Lam tidak begitu peduli pada pendemo. Dia hanya peduli pada Partai Komunis China (CCP),” kata Arthur salah seorang pendemo berusia 40 tahun.

“Hong Kong saat ini berada di antara demokrasi ala Barat dan kediktatoran China … Hong Kong makin terlihat sebagai daerah polisi.”

Demo massa pro demokrasi terus terjadi sejak Juni. Demontrasi dipicu RUU Ekstradisi, yang sudah dibatalkan pemerintah. Demontrasi besar diperkirakan bakal terjadi Selasa, tepat saat ulang tahun China.

“Ini waktunya bagi Raja Xi (Presiden China Xi Jinping) untuk waspada pada serangan kami sekarang. Kami berdiri dengan solidaritas, kami berdiri sebagai satu kesatuan,” ujar aktivis massa pro demokrasi Hong Kong, Joshua Wong.

Wong adalah pemimpin pergerakan demokratisasi di China. Wong yang baru berumur 22 tahun, beberapa pekan lalu datang ke Jerman dan Amerika Serikat (AS) guna meminta dukungan “membebaskan” Hong Kong dari China.

Meski massa pro demokrasi terus melancarkan aksi demo, di sudut kota Hong Kong lainnya, massa pro pemerintah China juga terlihat berdemo. Sekitar 200 orang berkumpul di Victoria Peak dan menyanyikan lagu kebangsaan China.

“Jika pemerintah mengambil jalur kekerasan, saya tidak akan mempersoalkan,” kata Angela, 40 tahun.

“Kita sudah cukup mentoleransi. Aku menjadi sangat emosional dengan kekacauan ini. Karena rasanya sangat sulit untuk sekedar ke luar.”

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close