MAKI Ajukan Praperadilan Lawan KPK, Ini Isi Transkrip soal 'King Maker'

MAKI Ajukan Praperadilan Lawan KPK, Ini Isi Transkrip soal 'King Maker'

JAKARTA, SENAYANPOST.com  - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK terkait dugaan dihentikannya supervisi dan penyidikan KPK untuk menemukan 'king maker' dalam perkara pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra yang melibatkan Pinangki Sirna Malasari. 

Seperti dilansir detik.com, dalam permohonan praperadilan tersebut, MAKI menyampaikan isi transkrip pembicaraan terkait 'king maker'.

Hal itu diungkap Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dalam permohonan praperadilannya yang telah dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2021). Dalam permohonan praperadilannya MAKI meminta agar hakim tunggal praperadilan mengabulkan gugatannya dan menyatakan KPK telah melakukan penghentian penyidikan secara tidak sah, dan memerintahkan KPK untuk melanjutkan pengusutan perkara tersebut.

"Memerintahkan termohon (KPK) melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu segera melakukan penyidikan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi pengurusan fatwa oleh King Maker sebagai aktor intelektual dari Pinangki Sirna Malasari Dkk untuk membebaskan Djoko Tjandra atas vonis penjara perkara korupsi Bank Bali," kata Boyamin.

Dalam permohonannya Boyamin mendalilkan walaupun secara formil termohon I (KPK) tidak mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan terhadap perkara a quo namun secara materiil tindakan KPK yang tidak menindaklanjuti proses penyidikan selama bertahun-tahun dapat dikatakan tindakan termohon I (KPK) tersebut dipersamakan dengan termohon I telah melakukan penghentian penyidikan terhadap perkara a quo.

Boyamin mengatakan awalnya dia telah melaporkan kepada KPK mengenai dugaan korupsi terkait Djoko Tjandra dan Pinangki untuk dijadikan sebagai bahan supervisi. Lalu, pemohon I (MAKI) telah diundang KPK pada 1 September 2020 untuk memperdalam informasi terkait King Maker dalam dugaan kasus korupsi pengurusan fatwa MA oleh Pinangki untuk membebaskan Djoko Tjandra.

Dalam kesempatan tersebut, MAKI mengaku telah memberikan transkip pembicaraan antara Anita Kolopaking dan Pinangki Sirna Malasari. Adapun dalam transkrip pembicaraan tersebut terungkap adanya pembicaraan Anita dan Pinangki terkait beragam skema 'pembebasan Djoko Tjandra' seperti permohonan grasi di MA, tetapi Pinangki menilai hal tersebut merupakan ide yang buruk. Pinangki lalu memberikan tautan berita terkait koruptor Annas Maamun yang diberi grasi oleh presiden kemudian mendapat sorotan dari masyarakat sipil.

Pinangki disingkat dengan P, sedangkan Anita dengan A.

P:https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4800015/pukat-ugm-desak-jokowi-beri-penjelasan-soal-grasi-koruptor-annas-maamun. Grasi itu bad idea
A: Iya
P: The only way is our way ibu. He has no other choice.
A: (kosong)
P: Dk dan T akan support kita kan
A: Wkt ketemu bilangnya begitu, tp sy juga aneh kalo DK sampai bicara sy junior bisa apa ?
P: Malu kli dia soal grasi yg tanpa pertimbangan
A: (kosong)

Dalam transkrip pembicaraan antara Anita dan Pinangki itu, Pinangki menilai skema grasi pasti di-bully. Kemudian pada tanggal (27/11/2019) pukul 06.02 WIB, Pinangki mengirim pesan ke Anita adanya rencana pertemuan antara seseorang berinisial BR dan HA.

P: Rencana pertemuan antara Br dan HA pd hari kamis besok direschedule kembali hingga semua tahapan awal terlaksana.
P: Time table nya sudah kita sepakati bersama. Oleh karena itu, secara tidak langsung JC lah sebenarnya yg menentukan kapan engine start nya benar" dimulai.
A: Noted and thanks
P: Jd sdh fix ibu AK yg handle
P: handle
P: Deleted by the sender
P: Deleted by the sender
P: Ibu
P: JC mau telp untuk pastikan
P: Bahwa ibu yang handle dgn cara ibu
P: He3x
P: Kemudian security deposit hrs masuk bu untuk kedua rumah kita yaa, krn rumah sy ga gerak jk itu ga masuk
A: Noted mba
P: Ybs sdh telp?
A: Sdh tapi sy belum angkat baru selesai sholat dan skrg sdh boarding balik Jkt. Baterai sdh lowbat
P: Siap ibu
P: Safe flight ya
A: (kosong)
P: Kita ikuti scheme ya
P: Jgn dia seenaknya
A: (kosong)
P: Itu td forward dari irfan ya ibu
P: Ha3x
P: Lebih saklek dia
system message: Missed Voice Call
P: Pagi ibu
P: Apakah JC sdh telp?
P: Jk sdh available please call me ya
P: Kemarin AK telp, bahwa dia ajukan kebutuhan operasional ke anda untuk "approach" dirumah mertua... seperti scheme yg kita sepakati itu item yg penting untuk dipenuhi juga lho.. please bicarakan dengan AK spy the process effective cc ibu AK
system message: missed voiced call
P: memang seperti itu disana mekanismenya, tp jk kmu keberatan please do call her... dan tawarkan mekanisme seperti apa yg anda ajukan... be frank, stlh dipastikan DK tdk turun mengarahkan disana, artinya AK hrs turun total bukan hanya mengecek tp jg mengarahkan dan mempersuasi... dan dia jg butuh senjata disana, dan skr anda tolak ... jd tlg explain to her dan sampaikan semuanya... jika tadi anda katakan bertele2, ini mmg prosesnya... krn sy butuh jaminan 100% disana sdh FIX
P: Ini text sy ke ybs ya ibu
P: Spy dia paham
P: Sy tegas ya ibu
P: Take it or leave it
P: Ke ybs
P: Klo ga akan buang waktu kita saja
P: Bertempur tanpa senjata
A: (You deleted this message)
P: Siaaap

Kemudian Anita dan Pinangki terus berkomunikasi intens membahas rencana untuk pembebasan Djoko Tjandra. Pinangki lalu berbicara tentang secure deposit yang pada intinya meminta seseorang diduga Djoko Tjandra untuk membayarkan sejumlah uang. Lalu Anita dan Pinangki dalam percakapan itu sering janjian melakukan pertemuan di daerah Jakarta Selatan.

Pinangki juga sering berkomunikasi dengan Anita membahas tentang berita terkait pemberian grasi Annas Maamun, menurutnya kebijakan tanpa dukungan media akan jadi drama berkepanjangan dan harus diantisipasi. Pinangki lalu berbicara terkait 'uang'.

P: Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan pemberian grasi tetap tak menghapus pidana Annas Maamun. Dia mengatakan grasi diberikan atas pertimbangan usia.
https://news.detik.com/berita/d-4804013/mahfud-md-grasi-dari-jokowi-untuk-annas-maamun-tak-hapus-pidana
P: Kebijakan tanpa dukungan media
P: Jd drama berkepanjangan
P: Semua hrs diperhitungkan antisipasi
P: Bukan terjun bebas begitu
A: Mengerikan tanpa antisipasi
P: Skr ybs jd tersangka baru di kpk
A: (kosong)
P: (Deleted by sender)
P: Semua hrs diperhitungkan antisipasi. Bukan terjun bebas begitu
P: dan itu costly
P: Yg JC lakukan hanya duduk tunggu laporan kita dan tulis cek $$

Lalu pada (30/11/2019) Pinangki mengirim pesan ke Anita bahwa seseorang diduga Djoko Tjandra berinisial JC menyerahkan urusannya pada Anita dan Pinangki. Dalam kesempatan itu Pinangki juga menyampaikan ke Anita ada seorang berinisial DK akan bermain golf bersama HA, Pinangki menyebut DK ingin meminta HA men-support. Sementara Pinangki akan meminta JC memberikan dokumen ke DK untuk diserahkan kepada HA.

Komunikasi antara Anita dan Pinangki terus berlanjut, kali ini Pinangki menanyakan terkait kapan dilakukannya komunikasi antara 'bapakmu dan bapakku'.

P: Kapan sepri bapaknya ibu hub sepri bapak saya ?
P: Sampai skr kata bapak saya msh blm dihubungi
System message: missed voice call
A: Besok pg akan dihub, krn jadwal dg DPR Kom III ditunda jadi bisa terima besan.
P: Siap
P: Pagi ibu
P: Semalam DK sdh bawa the document ke HA, dan HA confirmed setuju
P: Alhamdullilah
P: Untuk penjadwalan meeting hari ini bgmn ibu? Apakah sdh confirm bisa diaturkan?
A: Sy cek ya
P: Siap
system message: missed voice call
P: Ibu
P: Jk security belum clear
P: Kita ga akan bisa action
P: Noted mba
P: Jd jk JC tanya sampaikan kita sekata ya bu
P: Semua secure di kita
P: Klo ga nanti kita ada beban
A: Betul mba

Kemudian Pinangki mengungkap sosok Kingmaker belum jelas.

P: Ibu
P: Bapak sy brngkt ke puncak siang ini jam 12
A: Pantesan bapak jadi ga bisa hadir
P: Bukan itu jg bu
P: Krn Kingmaker blm clear jg
P: Ke puncak bisa sore/malam
P: Pembukaam besok
A: Noted mba
P: Ini orang klo ga dipush ga akan lakukan
P: Jd ga mau segampang itu tanpa security
A: Iya mba payah ya
P: Siap

Selanjutnya, Pinangki terus berkomunikasi dengan Anita dan rutin melakukan pertemuan. Kemudian Pinangki pada (7/12/2019) menanyakan terkait jadwal rapat dengan seseorang yang disebut 'bapakku'. Namun Pinangki menegaskan rencana yang dia susun tidak akan jalan jika belum ada deposit.

P: Ibu, menurut sepri Bapak schedule meeting dgn Bapakku kapan ya?
A: Harus diminta lagi, krn yg batalkan bapakmu...
P: Siap
P: Krn intinya ttp blm jalan jika blm secure ibu
A: Iya betul mba..
system message: missed voice call

Dalam transkrip tersebut Pinangki menyampaikan akan adanya kunjungan BR bertemu dengan HA, tetapi menurut Pinangki usai pertemuan itu tidak membahas terkait kasus Djoko Tjandra.

P: Ibu
P: Hari ini rencana bertemu BR dgn HA
P: Sy blm bisa hub JC dari kemarin lho
P: Saya ada message
P: Apakah ibu boleh telponkan ybs untuk saya?
P: Ibu, jaringannya ga ok yaa
P: Ibu
P: deleted by the sender
P: deleted by the sendereted by the sender
A: Ya mba
P: deleted by the sender
system message: missed voice call

P: Pagi" buta BR nelpo, saya tanya mengenai pertemuan dgn HA
P: Jadi baik HA maupun BR, mereka tdk bahas masalah JC.
A: Oo...
P: Dia buang waktu kan bu
A: Iya betul...
P: Bapak saya panjang tanya saya ttg jadi atau tidaknya, saya sampaikan bahwa kita tidak akan berani action bila "kingmaker" ga diopeni
P: Nanti bapak sy akan diserang dan tanpa proteksi
A: Betul mba bisa dipahami. DK semalam tlp sy balik jam 01.06 wkt Hawaii, tp sy khan tidur. Rencana sy akan tlp lagi.
P: Sampaikan bahwa JC blm clear, jd blm bisa action
P: Begitu urusan secure, lgs kita semua gerak
A: (kosong)
P: Ibu
P: Last time komunikasi dgn JC sbb :
1. Dia mau Urusan sy diminta maju dulu tanpa nunggu security
2.sdhkan urusan rumah ibu pasti maju krn berdasarkan kepercayaan tanpa security (Ha sdh confirm ke ybs)
A: Ga mungkinlah bisa terjadi kalo tdk ada kejelasan
P: Makanya
A: Ga mungkin juga ia ngomong ke DK soal security...
P: Iyaach

Lebih lanjut pembicaraan antara Anita dan Pinangki lalu masuk terhadap contoh surat permohonan fatwa. Diketahui, Pinangki dihukum penjara 4 tahun terkait kasus suap fatwa MA terkait Djoko Tjandra.

Dalam transkrip pembicaraan antara Pinangki dan Anita, Pinangki meminta agar Anita membuatkan surat tersebut sedangkan Pinangki akan menambahkan hal yang kurang.

P: Ibu
P: Apakah ada contoh surat permohonan fatwa?
P: Sy finalkan sekali lg takut bolak balik
A: Sebenarnya biasanya saja yg penting menjelaskan duduk permasalahan hukum yg dihadapinya lalu adanya bbrp hal yg menjadi membingungkan utk mengambil keputusan, maka meminta petunjuk hukum dr MA.
P: Siap
P: Jd sdh benar
A: Yg dibuat sistematikanya sdh ok, tinggal bahwa berdasarkan hal2 tsb kami mengharapkan petunjuk hukum dr MA untuk mengambil langkah2 selanjutnya guna menjadikan masyarat adil dan makmur dan berguna bagi nusa dan bangsa pada unumnya
P: Siap
P: Langkah yg diambil apakah spesifik jg kita mention?
A: Finalnya setelah dibuat srt final lalu sy serahkan lagi
P: Baik
A: Inti masalahnya yg penting sdh termuat di dlm resume tsb
P: Suratnya dlm bentuk resume atau surat singkat?
A: 6281585103609@s.whatsapp.net Anita Isi resume itu dituangkan dlm surat ttp bentuknya surat.
P: Siap
P: Ibu, apakah boleh jk staff ibu yg buatkan? Spy bahasanya pas? Jd tinggal diWA nanti sy print disignkan dgn kop surat beliau
P: Jadi jk ada koordinasi, nanti staff ESDM lgs ke staff ibu
A: Ok
P: Jk boleh ditunggu siang ini ya ibu, spy lgs bisa sign kemudian bsk irfan serahkan semua dokumen kepd orang ibu
A: Setelah kami buat kami laporkan dulu bentuknya baru di sign menteri

Dalam percakapan itu, terungkap bahwa surat permohonan fatwa itu akan dikirimkan Anita ke MA melalui seseorang bernama Irfan. Selang beberapa waktu kemudian, Pinangki kembali melakukan komunikasi dengan Anita terkait komunikasinya dengan Djoko Tjandra.

P: Kangmas JC sdh update2 ke sy
P: Kanda BR jg
P: Inshaallah semua on the track
A: Sounds good

Pinangki lalu kembali menghubungi Anita terkait Djoko Tjandra akan memberikan kabar terbaru terkait action plan-nya. Pinangki lalu berkomunikasi dengan Anita pada (7/2/2020) membahas tentang rencana pergi ke Kuala Lumpur, tetapi ia mengaku khawatir dengan kondisi pandemi COVID-19, Pinangki menyampaikan jika draft yang dia kirimkan disetujui Djoko Tjandra maka pihaknya baru berangkat ke Kuala Lumpur.

Kemudian pada 13 Februari 2020 Pinangki menghubungi Anita terkait permintaan Djoko Tjandra dikirim action plan.

P: JC saja minta3 dikirim perjanjian dan action plan kita tp blm sempat sy kirim terus ibu
P: Apakah ibu berkenan bertemu hari ini? Irfan sdh di jkt jg
P: Bahas action plan kita?
P: Atau lewat WA saja?
P: Sy adh buat
P: Sy kirim ke ibu lewat WA ya
P: Mohon koreksi

Selanjutnya Pinangki mengirim pesan ke Anita agar keduanya bertemu saja membahas tentang action plan. Pada 13 Februari 2020 itu, Pinangki mengaku sudah bersama dengan Irfan.

P: Apakah ada disekitar gunawarman?
P: Sy sdh dgn irfan
P: JC mau dikurim skr bu
A: Sy masih di rumah karena jam 9.30 ini ada meeting dg klien di Citos
P: Siap ibu
P: Nanti sy update ya
P: Svlm Sy kirim ke JC
A: Noted mba
system message: missed voice call
P: (kosong)

Kemudian Pinangki menyampaikan ke Anita proposal action plan itu ditolak Djoko Tjandra.

P: Kacau
P: Media ga mau
P: Security ga ads
P: Ops jg ga asa
P: Semua "No"
A: (kosong)
A: (kosong).
P: Maunya apa
P: Pura2 lupa
P: Kita oranh komit itu
P: Jd ga terbiasa dgn cara2 gini
A: Bicara di tlp aja mba tanya kenapa jadi begitu?
P: IR sy suruh telp
P: Dia kan swasta
P: Jd flexible
P: Yg send ke Jc tadi jg IR
A: Okk biar IR tlp ya
P: Siap

Pada 25 Februari 2020, Anita lalu menyampaikan kepada Pinangki, Djoko Tjandra tidak mau dengan cara action plan.

P: Apa kata JC bu?
A: Nanti sy sampaikan wkt kita ketemu GR ya mba...intinya ga mau kalo cara itu.
P: Terus gmn ?
P: Aneh
P: Dulu ok
P: Skr beda lg
A: Tidak usah katanya dan sy tanya ga rugi tuh pak... dia bilang ga apa sdh dia ikhlaskan
P: Dia ok dari awal lho
P: Baiklah ibu
P: Kita semua dlm hati kecil masing-masing tahu siapa yg tdk komit dgn kesepakatan
P: Hati tdk bisa dibohongi
A: Betul
P: Kerja itu kita ibadah dan niat baik bukan mau bohong ngeles apalagi ga komit
P: Tunggu saja ibu
P: Pasti dia cari kita
A: Iya smg terbaik utk semua mba...

Lebih lanjut Anita sedang berada di Kuala Lumpur dan bertemu dengan Djoko Tjandra. Anita meminta bertemu dengan Pinangki saat telah ada di Jakarta.

A: Sy chat lalu ia tlp sy dan sdh janjian besok akan jemput sy jam 9 pagi utk ketemu.
P: Perfect
P: Malam ibu
P: How's JC?
A: Met malam mba... meeting dg beliau dr jam 9 pagi sampai jam 1 siang mba... ceritanya panjang. Besok malam kita ketemu ya...or Selasa siang mba... karena besok full meeting sd sore.
P: Selasa siang ok
A: (kosong)
P: Ok ibu
P: Kabar2an ya
A: (kosong)
P: Ibu
P: Sy bsk ada giat
A: Met sore mba...
A: Sy baru selesai meeting. Apa mau skrg ?
P: Skr jg sama euy
P: Rabu aja ya
P: Krn raby paginya sy antar rahmat menghadap JA
A: Ok Rabu siang ya...
P: Ok
P: Jam 10?
A: In sya Allah bisa Rabu jam 10 ya...ketemu dimana ?
P: Dkt kantor sy?
P: Di dpn kantor ada kan?
A: Agak panjang bicaranya...
P: Di gran magakam?

Dalam percakapan selanjutnya pada 4 Maret 2020 Pinangki dan Anita mulai terjadi perselisihan.

P: Ibu, jgn direkam ya (consider last time ibu rekam KMA dan JC) krn pembicaraan kita begitu pribadi
A: Astagfirullahalasyiim... sy tdk ada rekaman mba... mba khan tadi lihat sendiri. Tdk ada hp sy di atas meja dan tdk rekaman. Koq jadi tdk percaya sy ?
A: Barusan bapak tlp, tp sy belum bisa bicara
A: (kosong)
P: Sy bantu desak irfan
A: (kosong)
A: In sya Allah terbaik utk kita semua
P: Sy care dan sayang pd JC
P: Ini sy WA saja ga balas
A: Tadi barusan sy bilang begitu dan sy bilang msh tunggu respon dr kingmaker. In prinsip mba mau bantu tinggal tunggu dr kingmaker.
P: (kosong)
P: (kosong)

Selanjutnya Anita menghubungi Pinangki lagi terkait kepastian.

A: Mba barusan sy ditlp lagi utk minta kepastiannya. Tadi siang Ir sdh tlp sy dan memastikan tdk bisa selain itu kecuali ada dibicarakan ke mba. Bgmn kepastiannya mba ?
P: Ibu
P: (kosong)

Anita lalu terus menghubungi Pinangki pada 31 Maret 2020 meminta pembayaran fee pengacara dari Djoko Tjandra sebesar 100.000 dolar AS namun, yang baru diberikan oleh Pinangki baru 50.000 dolar AS. Namun Pinangki tidak mau memberikannya, padahal menurut Anita, Djoko Tjandra telah mengirimkan fee lawyer yang dititipkan ke Pinangki.

A: Sy sdh tanya dan selama ini beliau terus komunikasi dg sy mba. Sy sampaikan bahwa kenapa bapak hanya beri 150.000 dan sy hanya diberi 50.000, lalu beliau bantah bhw tdk benar. Untuk sy diberi sebagian itu 100.000, karena bapak berinya 500.000.Mba khan yg bilang ke sy bhw bapak hanya beri 150.000 lalu utk sy diberi 50.000 dulu. Lalu sy cocokkan info mba ke bapak. Lalu bapak mengatakan itu tidak benar, karena bapak serahkan 500.000Jadi mana yg benar ? Mba bilang hanya diberi 150.000. Bapak bilangnya 500.000 beri ke mba...Sy khan percaya sy mba...
A: Habis baca langsung di delete aja mba
P: Sy ga bicara apapun di WA ya ibu, pengalaman menunjukan bahwa ketua MA dan Joe chan saja ibu anita rekam
P: Apalagi cuma saya
P: Masalah keuangan ibu itu bukan urusan saya, sy tdk mau dikejar2 oleh hal yg bukan tanggung jawab saya sama sekali
P: Sy bukan orang ga amanah! Mati rezeki saya jk saya begitu
A: Maaf mba...selama ini sy mau kerja sy bener aja apalagi sy sdh tdtgn kuasa dan dia sekarang kejar utk sy kerjakan apa yg ada di srt kuasa sesuai dg fee sy. Sy sdh sampaikan fee sy itu
P: Ibu saya yg bawa kesana lho? Ibu lupa ya?
P: Skr sy yg dikejar2
A: Kalo mba tdk keberatan boleh sy dapatkan dulu itu, karena sy hrs byr gaji karyawan mba... kalo memang nantinya kita semua bisa duduk bersama lagi dan sy harus kembalikan mba... sy juga mau setelah sy dibyr beliau.
A: Sekarang sy dikejar beliau utk tangani pekerjaan sy dengan benar dan ia butuh hasilnya mba...
P: Ibu, urusan saya dgn Joe Chan itu adalah urusan sy pribadi sbg sahabat yg care dengan dia dan mau bantu Joe chan dengan segala cara
P: Urusan ibu dgn JC urusan pekerjaan, dan saya sdh berikan titipan Fee dari JC untuk ibu sebesar 50 ribu
P: Silahkan capture dan send ke Joe
chan
P: Karena itu kondisi sebenarnya

Anita terus menghubungi Pinangki terkait fee dari Djoko Tjandra 50.000 dolar AS. Namun, Pinangki terus berkelit.

Sosok King Maker

Sosok 'king maker' tersebut terungkap dalam sidang pembacaan putusan terhadap Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2). Hakim menyebut Pinangki berencana bekerja sama dengan 'king maker' membebaskan Djoko Tjandra.

Sosok 'king maker' dalam kasus suap fatwa MA Djoko Tjandra hingga kini belum terungkap. Majelis hakim mengatakan sosok itu memang ada, tapi tidak bisa terungkap dalam persidangan.

"Menimbang bahwa berdasarkan bukti elektronik berupa komunikasi chat menggunakan aplikasi WA yang isinya dibenarkan oleh Terdakwa, saksi Anita Kolopaking, serta keterangan saksi Rahmat, telah terbukti benar adanya sosok king maker," kata hakim Ignasius Eko Purwanto.

"Menimbang bahwa majelis hakim telah berupaya menggali siapa sosok king maker tersebut dengan menanyakannya kepada Terdakwa dan saksi Anita karena diperbincangkan dalam chat dan disebut oleh Terdakwa pada pertemuan yang dihadiri oleh Terdakwa, saksi Anita, saksi Rahmat, dan saksi Djoko Tjandra pada November 2020, namun tetap tidak terungkap di persidangan," jelas hakim.

KPK juga telah memberikan jawaban terkait praperadilan itu. (Jo)