Kolom Emha

Makhluk Manusia (18): Marodlussufla

SALAH satu anakku lama sekali hilang
Diculik oleh suatu gerombolan
Kalau siang entah diapakan
Kalau malam entah dibagaimanakan
Anakku itu mutiara dari Tuhan
Intan berlian cahayanya cemerlang
Kandungan dzatnya tak alang kepalang
Ia mozaik hampir seluruh ide ciptaan
Yang kelahirannya ditetapkan oleh Tuhan
Dengan penuh kegembiraan dan multifirman
Tapi tatkala akhirnya kutemukan
Setelah 73 tahun hilang
Di langit wajahnya tak kulihat bintang
Rembulan kembar di kepala dan dadanya
Tenggelam disembunyikan oleh kegelapan
Atas dirinya ia kehilangan kepercayaan
Mengidap maradlus-sufla
Penyakit kerendahan
Sorot matanya pun penuh keanehan
Buta tapi jalang
Tangannya cacat dan kakinya pincang
Serak suaraku memanggil-manggil namanya
Rupanya ia sudah lama lupa siapa dirinya
Aku cemas dengan hati rasa ditikam
Melihatnya melangkah berjalan menuju jurang
Wahai Tuhan berilah aku perkenan
Untuk meringkusnya, memiting lehernya
Mengikat kaki dan tangannya
Kucungkil matanya untuk kugantikan
Dengan bola mata pinjaman dari-Mu
Yang kusimpan di genggaman tangan kanan
Kuseret paksa anakku tercinta
Ke jalanan yang Engkau bentangkan
Melalu tanazzul dari amr dan irodah-Mu
Yang terang benderang
Namun anakku tak melihatnya
Karena terlalu lama ia kehilangan penglihatan

Idulfithri 1439-H

KOMENTAR
Tags
Show More

Check Also

Close
Close