Makau Bakal Kembali Buka Kasino, Visa Turis Mulai Diterbitkan

Makau Bakal Kembali Buka Kasino, Visa Turis Mulai Diterbitkan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Makau akan membuka kembali pusat perjudian dengan mengeluarkan visa turis. Hal itu dilakukan untuk pemulihan krisis akibat Covid-19.

Otoritas Makau mengatakan, pihaknya akan mulai secara bertahap membagikan visa turis China pada Rabu (12/8) untuk mendatangkan para pemain kasino. Visa untuk tur individu dan grup dari China daratan akan dipulihkan secara bertahap. Makau, seperti Hong Kong, adalah wilayah administratif Khusus (SAR) China.

Namun demikian, pihak berwenang tidak mengatakan kapan visa akan tersedia bagi wisatawan yang ingin melakukan perjalanan ke Makau dari luar China. Tetangga Macau, Zhuhai, adalah kota di daratan pertama yang mendapatkan visa turis.

Menurut pernyataan dari Administrasi Imigrasi Nasional China, kebijakan itu secara bertahap akan diluncurkan ke seluruh negeri selama Agustus dan September.

Selain penerbitan kembali visa, karantina dua pekan yang diberlakukan bagi turis Makau sekembalinya mereka ke daratan China, dicabut di seluruh negeri pada Rabu.

Tingkat infeksi virus corona di Makau sangat rendah. Tercatat hanya 46 kasus infeksi virus corona di wilayah tersebut dan tidak ada kematian.

Operator kasino sangat senang dengan pelonggaran larangan perjalanan, yang diperkenalkan pada akhir Januari untuk menahan penyebaran virus corona. Pendapatan mereka biasanya lima kali lipat dari Las Vegas Strip, sebagian besar didorong oleh permintaan China.

Operator kasino memperkirakan telah kehilangan 15 juta dolar AS setiap hari akibat karantina wilayah pandemi Covid-19. Perekonomian Makau sangat bergantung pada industri pariwisata dan kasino, yang menyusut 49 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Pengunjung dari daratan China merupakan lebih dari 90 persen dari wisatawan Makau, yang merupakan rumah bagi operator kasino utama termasuk Sands, Wynn, Galaxy dan MGM. Bank investasi Morgan Stanley telah memperingatkan kasino di Makau dapat merugi 1 miliar dolar AS selama kuartal April hingga Juni. Jumlah pengunjung untuk paruh pertama tahun ini turun 84 persen dibandingkan 2019.