Nasional

Makan Biaya Tinggi, Mendagri Tito Akan Evaluasi Pilkada Langsung

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian akan melakukan evaluasi terhadap jalannya pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung. Hal ini karena sistem Pilkada yang ada saat ini sangat memakan biaya tinggi.

Menurut Tito biaya politik di Pilkada yang tinggi itu mulai dari dana yang dikeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hingga calon kepala daerah juga mengeluarkan biaya tinggi.

Mantan Kapolri ini berujar, tidak ada yang gratis untuk ikut dalam pilkada langsung. Bagaimaha tidak, seorang calon bupati harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 30 miliar untuk ikut pilkada. Dia pun ingin bertemu calon kepala daerah yang mengklaim jika maju di Pilkada secara langsung tak mengeluarkan uang sepeser pun dari kantongnya.

“Ya kalau ada yang menyatakan enggak bayar nol persen, saya pengen ketemu orangnya,” ujar Tito.

Dia mengatakan, biaya mahal yang dikeluarkan oleh calon kepala daerah di Pilkada langsung biasanya digunakan untuk kampanye, saksi di TPS dan lainnya.

Namun, menurut Tito, jumlah pengeluaran calon kepala daerah dengan gaji yang diterima sebagai kepala daerah. Menurutnya, tiap kepala daerah akan rugi, apabila gaji yang didapatkannya tak benading denyan modal politik yang dikeluarkan.

Dengan kondisi demikian, lanjut Tito, operasi tangkap tangan (OTT) kasus korupsi yang kerap kali menjerat kepala daerah bukanlah satu hal yang membanggakan.

“Kenapa? Karena sistem itu membuat dia balik modal sehingga ya tinggal menggunakan teknik-teknik intelijen, teknik-teknik investigasi, mentarget kepala daerah sangat mudah sekali ya pasti akan korupsi,” tutup Tito.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close