Hukum

Mahfud Nilai UAS Tak Bisa Dipidana

PEKANBARU, SENAYANPOST.com – Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyebut kasus dugaan penistaan agama oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) tak bisa dilanjutkan prosesnya karena sudah kedaluarsa.

Mahfud menjelaskan tentang pernyataan UAS yang menjawab pertanyaan jemaah tausiyah tentang salib.

“Yang harus diingat, satu, pernyataan UAS itu sudah kedaluarsa untuk dipidanakan,” ujarnya di Pekanbaru, Selasa (20/8/2019).

Kasus itu tidak lagi bisa dipidanakan karena sudah berlangsung cukup lama. Selain itu yang kedua, masyarakat saat ini dinilai sudah memaafkan UAS.

Meski demikian, penyebar video pendek yang berisikan materi ceramah UAS sehingga viral, dinilai Mahfud bisa dipidanakan.

Namun kembali dia berhadap kasus dugaan penistaan agama ini tidak dilanjutkan ke proses hukum.

“Kita anggap selesai saja, kita berharap agar UAS bisa mengerjakan studi dengan baik dan segera kembali untuk mengabdi ke Indonesia,” jelasnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close