Internasional

Mahathir Sebut Najib Razak Seorang Monster

KUALA LUMPUR, SENAYANPOST.com – Persaingan pemilu di Malaysia mulai memanas. Saling tuding antara kubu pemerintah dan oposisi mulai dilancarkan.

Pernyataan keras dilontarkan Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Jumat (13/4/2018), dimana ia memperingatkan, pemilu yang akan digelar bulan depan akan menjadi yang “paling kotor” dalam sejarah negeri itu.

Mahathir menegaskan, sang “monster” PM Najib Razak akan berbuat curang untuk meraih kemenangan. Meski demikian, Mahathir yakin oposisi masih memiliki kesempatan.

“Sepanjang sejarah Malaysia kami tidak pernah mengalami manipulasi seperti ini,” kata Mahathir dalam wawancaranya dengan kantor berita AFP.

“Tentu saja dulu ada ketidakpuasan oposisi, tetai saat ini manipulasi itu begitu nyata yang bahkan membuat anggota partai berkuasa tak senang,” tambah politisi berusia 92 tahun itu.

Pernyataan keras Mahathir itu dibantah Abdul Aziz Kaprawi, seorang politisi senior Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) pimpinan PM Najib Razak.

“Mahathir cuma menebarkan kebohongan,” ujar Kaprawi.

Pihak oposisi mengatakan, salah satu upaya mengatur pemilihan umum yang paling kentara adalah menyusun ulang peta pemilu bulan lalu.

Peta baru itu kemudian menciptakan kursi parlemen yang dikuasai mayoritas etnis Melayu yang diklaim UMNO akan mendukung Barisan Nasional, koalisi partai berkuasa.

Pemerintah bersikukuh peta baru ini sesuai dengan perubahan demografi di Malaysia.

Mahathir juga menyebut langkah pemerintah yang membekukan sementara Partai Bersatu besutannya adalah upaya untuk melemahkan oposisi.

Meski demikian, Mahathir tetap yakin kelompok oposisi masih memiliki peluang memenangkan pemilihan umum.

Mahathir yang merupakan guru politik Najib mengatakan, dulu dia amat yakin sang perdana menteri adalah “orang baik” tetapi kini dia menganggap Najib sebagai monster.

“Saya tak bisa menerima jika seorang pencuri menjadi perdana menteri Malaysia,” tambah mantan perdana menteri yang berkuasa selama 22 tahun itu. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close