Internasional

Mahathir Sebut Anwar Ibrahim Akan Jadi Penggantinya sebagai PM Malaysia

KUALA LUMPUR, SENAYANPOST.com – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali menyatakan posisi Anwar Ibrahim sebagai penerusnya.

Mahathir dalam konferensi pers Jumat (14/9) mengaku dia ditelpon Anwar dari Hong Kong, dan memberi tahu rencana bertarung dalam pemilihan anggota parlemen kota.

Peluang Anwar kembali menjadi anggota dewan terbuka di Port Dickson setelah salah satu anggotanya, Danyal Balagopal Abdullah, mundur.

Dilansir The Star, Mahathir berkata dia mendukung penuh niat tokoh politik berusia 71 tahun itu terjun kembali ke jalur legislatif.

“Itu hak dia. Saya berkata kepada Anwar bahwa saya tidak bisa mengampanyekan dirinya, namun saya bakal mendukung keputusannya,” kata Mahathir.

PM berusia 93 tahun itu melanjutkan, jika Anwar menang di kursi parlemen Port Dickson, dia tak memberikan jabatan di pemerintahan.

Mahathir merujuk kepada Sekretaris Jenderal Parti Keadilan (PKR) Saifuddin Nasution bahwa Anwar yang juga presiden partai menegaskan tak mencari jabatan.

Terakhir, dia membahas soal janjinya ketika memenangkan pemilihan umum Malaysia 9 Mei lalu, bahwa dia bakal menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Anwar.

“Anwar Ibrahim adalah pengganti saya menjadi PM Malaysia. Saya tak bakal mengingkari janji saya,” kata Mahathir.

PM tertua dunia itu secara eksplisit menjelaskan, dia bakal mundur sebagai PM setelah dua tahun menjabat. Sebab, saat itu umurnya telah mencapai 95 tahun.

Anwar merupakan mantan wakil Mahathir pada periode 1993-1998, dan saat itu dia merupakan kandidat kuat menjadi PM. Namun, perbedaan pandangan keduanya dalam menjalankan pemerintahan membuat hubungan Anwar-Mahathir memburuk. Puncaknya adalah di 1999, Anwar mendapat dua vonis penjara. Pertama adalah enam tahun, sedangkan kedua adalah sembilan tahun.

Pada 2017, jelang pemilu 9 Mei, Mahathir membuat langkah mengejutkan dengan mengunjungi politisi yang masih terbilang rivalnya itu.

Mereka berdamai di mana Mahathir meminta dukungan Anwar untuk menjungkalkan perdana menteri saat itu, Najib Razak.

Sebagai kompensasinya, Mahathir setuju untuk memberikan tampuk orang nomor satu Negeri “Jiran” setelah dua tahun. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close