Internasional

Mahathir Pastikan Tak Akan Jabat PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali memastikan komitmen politiknya untuk menyerahkan jabatan kepada Anwar Ibrahim.

Pernyataan itu dia ucapkan kepada CNBC di sela pertemuan negara-negara Asia Temggara (ASEAN) ke-34 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Sabtu (22/6/2019).

“Sejauh yang saya tahu, saya sudah berjanji bakal mundur dan Anwar bakal menggantikan saya,” kata Mahathir dikutip Channel News Asia Senin (24/6).

Tenggat waktu penyerahan jabatan kepada Anwar yang merupakan kontrak politik pada pemilu Mei 2018 lalu menjadi poin utama pembahasan di koalisi Pakatan Harapan.

Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin Anwar menyatakan, terdapat perjanjian bertanggal 7 Januari 2018 bahwa Mahathir hanya akan menjabat selama dua tahun.

Mahathir kemudian ditanya apakah dia bakal tetap menjabat untuk melihat realisasi target penurunan utang Malaysia dari 80 persen GDP menjadi 54 persen.

Saat itu, Mahathir mengatakan bahwa penurunan tersebut bakal membutuhkan waktu selama tiga tahun.

“Tidak, saya tak akan menjabat lebih dari tiga tahun,” tegasnya.

Pada MInggu (23/6), Anwar menyatakan rencana transisi dengan PM berjuluk Dr M itu “telah disepakati” seraya menyebut pertemuan mereka begitu cair.

Anwar mengatakan awalnya dia menganggap pembicaraan transisi itu tak begitu penting. Namun, dia mengakui terdapat spekulasi yang berhembus di publik.

Di sela hadir dalam pertemuan PKR, Anwar menuturkan dia merasa harus memberikan konfirmasi soal isu itu.

“Sebab, saya melihat masih banyak pandangan negatif,” katanya.

Anwar mengatakan dia begitu puas dengan respon yang diberikan Mahathir sehingga dia tidak ragu meyakini bahwa proses dirinya jadi PM Malaysia bakal terjadi.

Meski begitu, politisi senior Rais Yatim yang menjadi anggota dewan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) bentukan Mahathir berkata, Mahathir tidak ingin mundur secepatnya.

Dia menduga belum ada kesepakatan di antara anggota koalisi Pakatan bahwa Anwar bakal mengambil alih kursi PM karena bagian dari proses politik.

“Di politik, tidak akan ada perjanjian sebelum ada hitam di atas putih. Belum ada sesuatu yang konkret dia (Anwar) bakal jadi PM dalam dua tahun,” terang Rais kepada The Star.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close