Internasional

Mahathir dan Jokowi Juga Singgung Soal Kematangan Demokrasi

BOGOR, SENAYANPOST.com – PM Malaysia Mahathir Mohamad mengaku dirinya juga membicarakan kematangan demokrasi di kawasan Asia Tenggara saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor.

PM yang baru dilantik ini mengaku mengamati politik dalam negeri Indonesia. Masalah politik dalam negeri Indonesia, menurut dia, serupa dengan Malaysia terutama terkait Pemilihan Umum atau Pemilihan Raya.

Ia memuji kematangan demokrasi di Indonesia. Hal itu terbukti dari dampak yang ditimbulkan dari pesta demokrasi.

“Kalau mau mengamalkan demokrasi, kita pasti terima hakikat dalam persaingan tentu ada yang menang dan kalah,” katanya di Istana Bogor, Jumat (29/6).

Dia mengemukakan, kematangan demokrasi terlihat ketika pihak kalah dapat menerima kekalahan dan tidak membuat kerusuhan. Sebaliknya, kerusuhan biasanya terjadi usai kontestasi politik di negara yang baru atau belum matang berdemokrasi.

“Satu masalah yang kami lihat di negara yang baru berdemokrasi adalah, cuma ingin menang tak mau kalah. Kalau kalah demonstrasi dan huru-hara setelah pemilihan raya,” kata PM berusia 92 tahun ini.

Ia mencontohkan pemilihan raya di Malaysia beberapa waktu lalu, yang ternyata tak menghasilkan kerusuhan usai perhitungan suara.

“Sebenarnya kami di Malaysia ini bukan cakap sangat. Tapi, entah macam mana kami dapat kemenangan dan tiada masalah yang menyusul kemenangan itu,” tuturnya.

Tetapi, ia menegaskan banyak hal yang langsung harus dikerjakan dan diselesaikan setelah dirinya menerima kemenangan.

Mahathir berharap politik dalam negeri serta sistem demokrasi Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi terutama jelang Pemilu.

“Kalau pemerintahan kuat, bersih tidak jadi masalah. Tetapi sekarang ini kita ingin amankan sistem demokrasi,” katanya.(WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close