Lintas Daerah

Mahasiswa Harus Kenali Bisnis Online

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Bisnis online diprediksi akan terus berkembang dan bahkan pada 2025 mendatang diperkirakan akan tumbuh hingga empat kali dari yang ada sekarang ini.

Co-Founder dan Presiden Bukalapak.com Muhammad Fajrin Rasyid di depan ribuan mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia, Senin (13/8/2018) mengemukakan, pada era tersebut omset bisnis online diperkirakanmencapai US$200 miliar atau setara Rp2.800 triliun.

“Ini adalah peluang besar yang harus dapat dimanfaatkan oleh generasi muda yang sekarang termasuk kalangan mahasiswa,” katanya.

Muhammad Fajrin Rasyid mengingatkan berbeda dengan pasar tradisional yang tidak memiliki sifat ‘memaksa’ untuk ikut, pasar online yang berbasis platform itu dapat memaksa seseorang untuk itut. “Karena itu, perkembangan platform economics ini juga harus terus dicermati.

Pada awal 2018, Bukalapak.com telah menjadi unicorn keempat di Indonesia, setelah Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia. Unicorn adalah bisnis rintisan dengan valuasi mencapai AS$1 miliar atau setara Rp14,2 triliun.

Pada kesempatan itu, ia mengemukakan juga, bisnis online ini memiliki sifat demokratis. “Artinya orang yang bermodal kecil, orang yang ada di pelosok atau apapun dapat ikut dalam bisnis online,” katanya.

Mahasiswa baru UII tahun ini mencapai 5.638 orang termasuk lima mahasiswa asing asal Libya, Inggir, Pakistan dan Palestina yang disaring dari 26.967 pendaftar.

Sementara Rektor UII Fathul Wahid mengatakan mahasiswa baru diharapkan segera menyesuaikan dengan kehidupan di kampus.

Menurut Rektor, para mahasiswa baru diminta dapat memanfaatkan waktu sehingga kuliah dapat segera diselesaikan. “Waktu empat tahun memang pendek untuk belajar, tetapi waktu yang terlalu lama untuk disia-siakan,” ujarnya.

Selama kuliah di UII, katanya, para mahasiswa ini akan mempunyai waktu yang cukup untuk mengasah diri.

“Menjadi serupa dengan yang lain, tidak akan menjadikan saudara menonjol dan menjadi pemenang. Ketika kawan saudara, setiap hari meluangkan 30 menit membaca, saudara tidak akan mengungguli pengetahuannya dengan menjalankan hal yang sama. Jadilah angsa hitam, karena angsa putih terlalu mainstream,” jelasnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close