Luhut: Kita Sudah Bangkit dari Resesi

Luhut: Kita Sudah Bangkit dari Resesi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan

JAKARTA, SENAYANPOST.com -  Perekonomian Indonesia sudah menunjukan perbaikan meski tengah memasuki zona resesi. Klaim tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut dia, pemulihan ekonomi sudah terefleksikan dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini. Meskipun pada periode Juli hingga September lalu pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi 3,49%, realisasi tersebut masih lebih baik dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh negatif 5,32%. 

"Kita sekarang sudah mulai (membaik), dari kontraksi 5,32% (kuartal II-2020), sekarang di 3,49% (kuartal III 2020). Dan saya kira itu dari data-data yang ada kita sudah mulai bangkit dari resesi ini," ujar Luhut dalam acara peluncuran Grab Tech Center secara virtual, Selasa (10/11/2020). 

Pada kuartal-kuartal selanjutnya, perekonomian Indonesia diproyeksi Luhut akan mengalami pemulihan yang jauh lebih cepat. "Kita sadari data yang ditunjukan tadi pagi, semua menunjukan angka-angka yang baik," kata Luhut. 

Luhut menjelaskan, proyeksi tersebut didukung oleh penanganan Covid-19 yang diklaim telah membaik dalam beberapa waktu terakhir. "Penanganan Covid-19 saya kira masih berjalan cukup bagus dan saya berharap ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita di mulai sekarang ini," ujar dia. 

Senada dengan Luhut, beberapa waktu lalu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mengatakan, sinyal pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat. Hal tersebut terefleksikan dengan mulai membaiknya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebagai indikator pertumbuhan ekonomi. 

"Hal positif yang kita ambil dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan 3 adalah adanya perbaikan dibandingkan triwulan 2," ujar Pieter kepada Kompas.com, Kamis (5/11/2020). Menurutnya, perbaikan kinerja perekonomian akan terus berlanjut hingga kuartal terakhir tahun ini. "Pertumbuhan ini akan ditentukan oleh kondisi, kebijakan saat ini dan kedepannya," kata dia.