Features

Luar Biasa! Kotoran Gajah Diubah jadi Papan Komposit Furnitur 

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Peneliti Fakultas Kehutanan UGM, Ragil Widyorini ,berhasil mengubah kotoran gajah menjadi papan komposit berkualitas tinggi untuk bahan pembuatan perabot rumah.

Pakar teknologi biokomposit yang juga dosen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UGM ini berhasil mengembangkan kotoran gajah yang banyak mengandung serat dan selama ini hanya sebagai limbah menjadi papan komposit yang ramah lingkungan.

Papan komposit merupakan bahan pembuatan furniture atau perabot rumah. Ragil Widyorini mengungkapkan, ide awal pembuatan papan komposit dari kotoran gajah ini bermula dari curhatan mantan mahasiswanya yang telah bekerja di Taman Safari Pasuruan, bahwa  kotoran gajah berlimpah meskipun sebagian sudah diolah menjadi pupuk.

“Gajah itu hanya mencerna sekitar 40-50 persen makanan yang dimakan. Banyak yang tidak tercerna padahal makanan utamanya yang di Taman Safari Indonesia itu rumput gajah berarti banyak selulosanya dan bisa kita buat komposit”, jelas Ragil Widyorini yang juga membawahi laboratorium rekayasa biomaterial Fakultas Kehutanan UGM, Selasa (28/3/18).

“ Tahapan pembuatannya itu dibersihkan dulu, setelah dibersihkan kita ayak agar ukurannya seragam kita campur perekat agar kita dapat seratnya lalu kita kurangi kadar airnya lalu kita pres. Setelah di-press panas itu sudah bisa menjadi papan partikel dan jika diuji itu sesuai untuk pembuatan furniture”, tambah Ragil Widyorini mengenai proses pembuatannya.

Sementara itu pakar konservasi satwa liar  Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Muhammad Ali Imron menyebutkan papan komposit serat gajah yang dikembangkan peneliti Fakultas Kehutanan UGM memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan membantu melestarikan gajah. Selain itu produk tersebut memiliki nilai tinggi  terhadap konservasi alam mengingat besarnya manfaat gajah bagi lingkungan hidup.

“ Gajah itu grazing, dia makan porsinya langsung banyak dan saya kira ini potensinya besar untuk dikembangkan jika dibandingkan misalnya sapi. Karena konsumsi banyak maka yang keluar juga banyak. Yang kedua, gajah berperan penting di ekosistem sebagai penyebar biji. Dalam konteks ekologi, selain  mengkonsumsi gajah juga menyebar biji. Seringkali gajah itu juga merobohkan pohon. Di hutan itu penting ada disturbance yang kecil saja. Itu nanti member kesempatan kepada vegetasi yang masih kecil untuk tumbuh”, kata Muhammad Imron.

Saat ini papan komposit serat kotoran gajah diproduksi dalam bentuk display berukuran 5×5 cm dengan ketebalan 1 cm. Untuk pembuatannya diperlukan 500 gram bahan yang terdiri dari  400 gram kotoran gajah dan 100 gram perekat dari berat kering partikel.

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close