Ekonomi

LPDB Targetkan Penyaluran Dana Bergulir Sebesar Rp 1,5 Triliun

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan penyaluran dana bergulir pada tahun 2019 sebesar Rp 1,5 triliun.

Dana bergulir ini terdiri dari Rp975 miliar untuk pembiayaan konvensional dan Rp525 miliar untuk pola syariah.

“Penyaluran dana bergulir ini lebih memprioritaskan sektor produktif,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo, dalam keterangan tertulis, Kamis (24/1/2019).

“Khusus untuk usaha-usaha di sektor produktif itu akan lebih banyak lagi. Saya kira kita harus mengurangi sektor perdagangan. Terutama sektor produktif, pertanian, perikanan, dan perkebunan harus ditingkatkan karena sektor produktif memiliki nilai tambah yang cukup besar,” kata Braman Setyo.

Untuk pola penyaluran, Braman mengatakan, akan bekerjasama dengan dinas-dinas yang membidangi koperasi dan UMKM. Selain untuk memperkuat permodalan bagi koperasi dan UMKM, penyaluran dana bergurlir juga bertujuan untuk memperkuat peran koperasi dan UMKM dalam mendukung upaya perluasan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan.

“Kita tetap kerjasama dengan dinas koperasi, karena mereka sebagai unsur pembina di daerah. Mereka yang tahu persis mana koperasi yang berkualitas dan saya kira tidak ada koperasi yang menolak,” ujar Braman.

Kalimantan Utara merupakan salah satu provinsi yang minim menyerap pembiayaan dana bergurlir LPDB-KUMKM. Hingga saat ini total penyaluran dana bergulir di provinsi termuda di Indonesia ini baru sebesar Rp12 miliar.

Untuk itu, LPDB-KUMKM menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis ini guna menggaet pelaku usaha koperasi dan UMKM dalam mengakses dana bergulir lebih banyak lagi.

“Ini kesempatan emas diberikan oleh LPDB, dan belum tentu ada lagi di sini. Karena itu kami mohon dukungan di acara ini supaya dirasakan manfaatnya bagi pelaku usaha koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Utara,” papar Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Jaenal Aripin.

Pada tahun 2018, LPDB-KUMKM menyiapkan dana bergulir untuk Kaltara sebesar Rp 100 miliar. Namun minimnya respons dari mitra akhirnya realisasinya jauh dari target, yakni hanya 5 proposal pengajuan yang masuk dalam tahap analisis. Sedangkan 13 proposal lainnya harus dikembalikan karena tidak memenuhi syarat pengajuan, salah satunya terkait laporan keuangan.

Sebelumnya, Braman Setyo menghadiri acara “Sosialiasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir LPDB-KUMKM” di Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (23/1/2019). Turut hadir dalam itu antara lain Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, serta Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Setyowati. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close