Ekonomi

LPDB Lakukan Pengalihan Dana Bergulir

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ratusan miliar dana bergulir program Kementerian Koperasi dan UKM sepanjang 2000 hingga 2007 berhasil dialihkan ke rekening Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk kemudian disalurkan kembali sebagai modal dana bergulir bagi pelaku koperasi dan UMKM.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo dalam acara Pengalihan Dana Bergulir LPDB KUMKM Tahun 2018 di Kabupaten Banyumas, Rabu (21/11/2018), mengatakan pengalihan dana bergulir merupakan program dana bergulir yang disalurkan oleh semua kedeputian di Kementerian Koperasi dan UKM periode 2000-2007.

“Oleh karena itu dilakukan pengalihan dana yang masih terdapat di rekening penampungan pokok atas nama koperasi yang ada di perbankan ke rekening LPDB-KUMKM disertai dengan peran dinas-dinas di daerah untuk membantu proses tersebut,” katanya.

Ia mengatakan pada 2018, pengalihan dana bergulir ditargetkan sebesar Rp20 miliar dan sampai 14 November 2018 sudah terkumpul Rp20,5 miliar.

“Dana ini akan digunakan sebagai modal LPDB KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir kepada pelaku UMKM,” katanya.

Tercatat sampai 16 November 2018, dana pengalihan yang sudah berhasil ditarik kembali mencapai Rp918,57 miliar bersumber dari program dana bergulir di tujuh pos meliputi pos kegiatan di Deputi Bidang Pembiayaan termasuk pengalihan dana penjaminan, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Deputi Bidang Restrukturisasi, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Program Kerja Dinas Provinsi NTB, Dana Perguliran, dan dana dalam proses identifikasi.

Braman mengatakan peran Dinas Koperasi dan UKM untuk mendorong pengalihan dana bergulir ke LPDB-KUMKM sangat penting.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong kerja sama dan sinergi yang lebih erat dengan Pemda untuk mendorong dana-dana tersebut lebih banyak teralihkan kembali ke rekening LPDB KUMKM agar bisa digulirkan.

Sementara untuk provinsi Jawa Tengah sendiri, dana yang sudah dialihkan tercatat mencapai Rp103 miliar dari Rp331 miliar. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close