Lion Air Digugat Perusahaan Inggris Rp191,3 M

Lion Air Digugat Perusahaan Inggris Rp191,3 M
Ilustrasi pesawat Lion Air

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Lion Air Group angkat bicara soal gugatan Goshawk Aviation Ltd, salah satu perusahaan perkapalan London, Inggris untuk membayar USD 12,8 juta atau sekitar Rp191,3 miliar (kurs Rp14.949). 

Gugatan yang dilakukan di London ini, dikabarkan utang yang belum dilunasi oleh perusahan. 

Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyampaikan, kerja sama penyewaan pesawat udara dengan pihak perusahaan penyewaan pesawat udara (lessor) terjadi sebelum pandemi COVID-19. 

Danang mengaku akan mencari solusi sebaik mungkin untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia juga mengungkapkan saat ini industri maskapai penerbangan dalam kondisi yang tertekan. 

“Dunia industri penerbangan (internasional dan nasional) saat ini tengah berada (mengalami) kondisi dan situasi di luar kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya melalui keterangan tertulis seperti yang dikutip kumparan, Kamis (24/9/2020). 

Ia menambahkan Lion Air telah bekerjasama dengan seluruh lessor yang menjadi mitra perusahaan untuk mencari jalan keluar (solusi) terbaik atas permasalahan yang dihadapi. 

Pada proses pembicaraan, hampir semua lessor mendukung dan berkeinginan serta menyepakati untuk mencari solusi bersama sebagai langkah yang akan ditempuh atas permasalahan yang dihadapi.  

“Namun ada satu lessor Goshawk Aviation Limited yang berkehendak lain yaitu menempuh melalui jalur hukum,” jelas Danang. 

Adapun pada awal pandemi COVID-19, Lion Air mengklaim akan memberlakukan seluruh lessor dengan adil dan setara, untuk memastikan bahwa tidak ada perlakuan yang berbeda (preferential) antara satu lessor dengan lessor lainnya.  

Lion Air terus memberlakukan seluruh lessor secara setara (adil) dalam negosiasi dan terus berkomitmen untuk menemukan solusi yang adil termasuk dengan Goshawk, semua pihak bekerja bersama untuk melewati masa krisis ini.