Hukum

Lima Orang Jadi Tersangka Tenggelamnya KM Sinar Bangun

MEDAN, SENAYANPOST.com – Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Satu orang tersangka merupakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir berinisial NS.

“Kadishub terbukti lalai,” kata Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (28/6/2018).

NS terbukti lalai dalam mengemban tugasnya hingga menyebabkan banyaknya korban jiwa akibat peristiwa nahas tersebut.

Ia menyebut NS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas musibah itu karena Dinas Perhubungan memiliki kewenangan dalam menerbitkan surat izin berlayar hingga mengawasi pelayaran dan pelabuhan di sekitar Danau Toba.

Selain NS, polisi menetapkan empat tersangka lain diantaranya nahkoda KM Sinar Bangun berinisial PSS, Kepala bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir berinisial RS, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo Samosir berinisial GFP, dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo berinisial KS.

“Jadi sekarang ada lima [tersangkanya], dengan Kadishub Kabupaten Samosir itu,” ujar Paulus.

Paulus mengatakan data ante mortem penumpang yang telah diterima pihak Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Sumut sebanyak 125 orang.

Sedangkan tim SAR Gabungan baru berhasil mengevakuasi sebanyak 22 orang yang terdiri dari 18 orang selamat dan empat orang dalam kondisi meninggal dunia.

“Tim DVI di RSUD Pematang Raya itu sudah didapat kepastian 125 orang yang kemungkinan [jadi korban], pengakuan dari nakhoda kan 150. Jadi kemungkinan kita sekitar ini. Jadi korban yang terdata antara itu 125 sampai 150,” katanya.

Paulus mengakui kondisi Danau Toba yang sangat dalam dan kontur dasar danau yang dipenuhi ganggang laut menyulitkan para petugas untuk mengevakuasi para korban.

Keterbatasan alat juga menjadi halangan untuk mengangkat objek yang diduga bangkai kapal tersebut.

“Jadi jarak pandang terbatas, kedalaman, dan struktur dalam air laut ada ganggang sangat menyulitkan, kadang ganggang itu bisa membahayakan bagi penyelam juga, tapi itu sedang diupayakan,” kata dia.

Meski begitu, ia memastikan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bakal terus dilanjutkan hingga para korban ditemukan meski waktu pencarian telah melewati batas.

“Harusnya beberapa hari lalu sudah dihentikan menurut UU, tapi karena atensi kita semua kita masih lanjutkan berdasarkan petujuk pimpinan,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close