Hukum

Libatkan Zumi Zola di Kegiatan Pencegahan Korupsi, Ini Penjelasan KPK

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) tengah disorot lantaran melibatkan Gubernur Jambi Zumi Zola dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Jambi. Zumi hadir dan membuka acara tersebut. Padahal dia berstatus sebagai tersangka KPK.

Lalu apa penjelasan KPK?

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah menyatakan bahwa kehadiran Zumi Zola tidak ada kaitannya dengan penyidikan yang dilakukan KPK.

Ia memastikan proses hukum terhadap Zumi yang telah berstatus tersangka akan terus berlanjut.

“KPK punya kewajiban untuk memperbaiki sistem yang ada agar KPK tidak dikatakan berhenti hanya melakukan penindakan hukum, tapi pencegahan juga,” kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Menurut Febri, kegiatan pencegahan itu adalah tindak lanjut dari operasi tangkap tangan yang dilakukan beberapa waktu lalu terhadap pejabat DPRD dan eksekutif di Jambi.

Adapun kegiatan koordinasi dan supervisi yang sedang berjalan di Jambi juga dilakukan atas surat tugas institusi secara resmi.

Febri mengatakan, kegiatan itu murni bertujuan untuk memperbaiki sistem pemerintahan di Jambi agar menutup celah terjadinya praktik korupsi. Meski demikian, menurut Febri, persoalan kehadiran Zumi dalam acara tersebut akan dikaji lebih lanjut oleh KPK.

“Kalau itu menjadi perhatian publik dan apakah itu tepat atau tidak ketika tersangka duduk bersama pegawai KPK, itu akan jadi pertimbangan KPK,” ujar Febri.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik kegiatan pencegahan yang dilakukan di Provinsi Jambi. Sebab, acara tersebut melibatkan Zumi Zola yang telah berstatus tersangka.

Peneliti ICW Adnan Topan Husodo menilai, kegiatan tersebut justru akan merusak citra KPK di mata publik. KPK dianggap telah berkolaborasi dengan tersangka korupsi.

Adnan menilai pelibatan Zumi Zola adalah bukti keteledoran dan tidak berjalannya fungsi pengawasan di internal KPK. Menurut ICW, pegawai KPK yang bekerja sama dengan tersangka dapat terancam pelanggaran etik.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close