Internasional

Li Keqiang, Buruh Pedesaan yang Jadi PM China

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Karier Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang sangat berwarna. Menapaki kariernya dari tingkat terbawah, mulai dari buruh di pedesaan di masa Revolusi Kebudayaan, hingga menjadi orang nomor dua di pemerintahan China.

Pria berusia 62 tahun tersebut dikenal sebagai orang dekat mantan Presiden Hu Jintao sejak masih di organisasi kepemudaan Partai Komunis China.

Putra pejabat lokal dari Provinsi Anhui itu dikabarkan menolak tawaran sang ayah untuk membantunya berkarier. Dia memilih kuliah ilmu hukum di universitas bergengsi Peking University Beijing setelah beberapa saat di komune.

BACA JUGA: PM China Akan Bertemu Presiden Jokowi di Istana Hari Ini

Baru pada 1976 dia bergabung dengan Partai Komunis China. Dia pun langsung terlibat dalam politik mahasiswa sebagai Ketua Federasi Mahasiswa Universitas sejak 1978 hingga 1982.

Setelah lulus, perlahan dia menapaki tangga kepemimpinan partai. Politisi berpendidikan hukum itu pun menyelesaikan gelar doktor-nya di bidang ekonomi.

Dia bergabung dengan liga pemuda partai di era 1980-an. Saat itu, mantan Presiden China Hu Jintao bertanggung jawab atas organisasi tersebut.

Dia terpilih menjadi Deputi Sekretaris Partai Provinsi Henan pada 1998, dan menjadi Sekretaris Partai di Provinsi Liaoning pada 2004.

Li menjadi gubernur termuda saat ditunjuk untuk memimpin Provinsi Henan. Masa kepemimpinanya diwarnai berbagai masalah. Mulai dari kebakaran hingga penyebaran HIV melalui kantong-kantong darah yang terkontaminasi virus.

Namun, Li dianggap sukses mendongkrak perekonomian Henan. Dia memukau banyak orang dengan upaya merevitalisasi Liaoning, provinsi industri yang menderita akibat reformasi China.

Kini, pria kelahiran 1955 di Provinsi Anhui tersebut menjadi PM China. Kongres Rakyat Nasional ke-12 pada 15 Maret 2013 memilihnya sebagai PM China. Di saat yang sama, Sekretaris Jenderal Partai, Xi Jinping terpilih sebagai Presiden.

Li memiliki reputasi sebagai politisi yang bersahabat. Beberapa pengamat menyatakan pemahaman Li atas reformasi ekonomi diperlukan China. Meski begitu dia dianggap sebagai pemimpin yang pasif.

“Dibandingkan Xi Jinping, Li Keqiang lebih hati-hati,” kata Bo Zhiyue, peneliti Institut Asia Timur di Universitas Nasional Singapura, seperti dilaporkan BBC. “Mereka punya gaya berbeda.”

Tidak banyak yang diketahui dari kehidupan pribadi Li. Media setemapt menyebut dia menikah dengan Cheng Hong, seorang dosen di Beijing. Mereka memiliki seorang anak yang berpendidikan di Amerika Serikat.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close