Features

"Lebih Baik Menangis dalam Mercedes daripada di Bajaj"

 

Kamis, 5 Mei 2016 | 19:35 WIB

KOMPAS.com — Sekilas pandang melihat wanita dengan latar belakang ekonomi mapan,tampak hidupnya begitu bahagia. Kendaraan mewah dengan supir pribadi, liburan keliling dunia, dan busana serta aksesori serba mahal selalu siap sedia.

Namun, siapa sangka bahwa dinding rumah megah dan mewah, tempat tinggal mereka, menjadi saksi bisu tangis pilu para wanita kaum jet set.

Psikolog sekaligus salah satu pendiri yayasan Pulih, yayasan yang aktif membantu korban kekerasan, Livia Iskandar, dalam acara peluncuran kampanye #MulaiBicara dan #TalkAboutIt yang diselenggarakan oleh Magdalene, Lentera Indonesia, dan Binus University di Fx Mall, Jakarta, Kamis (28/4/2016), menceritakan dari pengalaman bahwa selama ini wanita dengan ekonomi mapan sebenarnya juga sering mengalami kekerasan oleh pasangan.

“Kalau di daerah ekonomi kurang, antar rumah jaraknya berdekatan dan biasanya (kasus kekerasan) langsung terdengar. Namun, di rumah kota, rumahnya besar dan tinggi-tinggi. Sayang, wanita menengah atas sangat jarang melaporkan kekerasan, kecuali kekerasan fisik yang sangat parah. Keduanya, sama saja sebenarnya,” ungkap Livia

Alasan wanita dengan ekonomi mapan tak melaporkan kekerasan yang dialami umumnya karena rasa malu yang nantinya dapat mempengaruhi status sosial.

Ada sebuah kalimat dari pasien Livia yang mengatakan, “Lebih baik menangis dalam Mercedes daripada di Bajaj.”

“Banyak pelaku KDRT yang status ekonomi dan pendidikan yang tinggi. Dengan pendidikan tinggi, biasanya kekerasan fisik jarang terjadi, tetapi kekerasan psikisnya yang luar biasa. Caranya membuat wanita tak berkutik, bergantung dengannya. Selalu merendahkan hingga akhirnya wanita jadi tak percaya diri dan tak berdaya,” urainya.

Penulis: Silvita Agmasari

Editor: Syafrina Syaaf

Sumber:
http://female.kompas.com/read/2016/05/05/193500720/.Lebih.Baik.Menangis.dalam.Mercedes.daripada.di.Bajaj.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close