Teknologi

Lawan Virus Corona, Hackers di Seluruh Dunia Bersatu

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Untuk melawan penyebaran virus corona Covid-19, para hackers di seluruh dunia sepakat untuk tidak menyerang organisasi layanan kesehatan selama pandemic itu berlangsung. Keputusan ini disambut baik oleh sejumlah kalangan.

Sejak merebaknya virus corona dan penyakit COVID-19, masyarakat sipil, selebriti, hingga pejabat dunia telah bersatu untuk menghentikan penyebaran virus ini.

Setelah menyadari kondisi dunia semakin memburuk, para hackers sepakat untuk tidak menyerang situs-situs penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit, hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka bahkan berjanji akan memberikan izin layanan kesehatan gratis kepada pasien yang membutuhkan.

Kabar menggembirakan ini pertama kali dilaporkan oleh Lawrence Abrams, pencipta BleepingComputer. Abrams dikabarkan telah menghubungi beberapa kelompok hackers paling produktif dan berbahaya di dunia.

Dia mengajukan pertanyaan sederhana kepada para penguasa dunia maya tersebut. ‘Apakah kalian akan terus menargetkan organisasi kesehatan dan medis selama pandemic COVID-19?’.

Pertanyaan tersebut rupanya langsung direspons oleh dua kelompok hackers ternama yang sering menyerang pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar melalui teknik ransomware.

Kelompok pertama yang membalas pertanyaan Abrams adalah DoppelPaymer. Kelompok ini diketahui pernah menyerang perusahaan-perusahaan ternama seperti SpaceX hingga Tesla.

Mereka mengatakan kepada Abrams akan berhenti menyerang rumah sakit, panti jompo, hingga nomor-nomor darurat seperti 911. Mereka juga siap membantu rumah sakit dan pusat layanan kesehatan lainnya bila mendapati masalah pada sistem komputer dan teknologi mereka.

“Jika kami menyerang secara tidak sengaja, kita akan mendeskripsi secara gratis,” kata salah seorang juru bicara DoppelPaymer.

Sayangnya, amnesti ransomware tersebut tidak mencakup perusahaan farmasi. Sang juru bicara mengatakan bahwa perusahaan ini mendapat banyak keuntungan karena kepanikan masyarakat.

“Kami tidak memiliki niatan untuk mendukung mereka,” tambahnya.

Dukungan selanjutnya datang dari kelompok hackers bernama Maze Ransomware. Mereka juga berjanji tidak akan menyerang organisasi serta pusat layanan kesehatan selama pandemi virus corona masih berlangsung. Namun, mereka mengingatkan bahwa serangan ransomware bisa saja terjadi secara tidak sengaja.

Terlepas dari kabar tersebut, vendor cyber security Emisoft dikabarkan akan memberikan layanan pemulihan ransomware secara gratis kepada rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan lainnya. Tawaran ini juga termasuk pengembangan alat deskripsi jika memungkinkan. Demikian dilansir dari Forbes, Jumat (20/3/2020)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close