Nasional

Lawan Hoax, Polisi Gandeng Ulama dan Santri

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Polda Metro Jaya menggandeng para ulama dan santri untuk bersama-sama melawan hoax.

“Berita hoax harus kita kelola dengan baik,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi, Rabu (28/3/2018).

Ia menambahkan, hal itu agar tidak mencederai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan menjaga NKRI.

Purwadi menyampaikan haln itu saat menghadiri majelis dzikir rijajul Ansor Jaktim di Pondok Pesantren Al Hamid di Jl Raya Cilangkap Baru, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (28/3/2018)

Dalam kegiatan itu, Purwadi mengingatkan bahayanya berita hoax.

Kegiatan tersebut dihadiri pengasuh Ponpes Al Hamid KH Lukman Hakim, Ketua PC GP Ansor Jaktim Mahmud Muzofar, sejumlah tokoh GP Ansor Jaktim dan Pengurus Ponpes Al Hamid Jaktim, sejumlah ulama dan santri Ponpes Al Hamid.

Silaturahmi sekaligus kegiatan majlis taklim ini juga dihadiri Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kapolres Jaktim Kombes Yoyon Tony Saputra, dan sejumlah pejabat polisi lainnya.

Purwadi menyebut, penyebaran berita hoax juga dinilai dapat melumpuhkan perekonomian. Purwadi mencontohkan, berita hoax telur palsu membuat peternak telur merugi.

“Berita hoax telur palsu dan hal tersebut merupakan salah satu contoh berita hoax dan berimbas pada daya beli terhadap kebutuhan telur,” katanya.

‘Serangan’ berita hoax melalui media sosial kian marak. Purwadi menyebut, setidaknya pada tahun 2017 Polda Metro Jaya menerima 1.441 kasus dan 175 kasus di tahun 2018.

“Ciri berita hoax antara lain mengandung unsur kebohongan. Dalam Islam kita ada istilah tabayun, pengecekan kebenaran berita yang diterima,” imbuhnya.

Purwadi mengimbau para ulama dan santri untuk melakukan cek dan ricek bila menemukan keraguan terkait isi berita yang diterima. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close